Breaking News:

Berita Semarang

Kemenkumham Jateng Dorong Pemda Daftarkan Indikasi Geografis sebagai Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual tidak hanya terfokus pada hasil karya dan usaha perorangan atau badan hukum.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: M Syofri Kurniawan
Dok Humas Kanwil Kemenkumham Jateng
Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, A Yuspahruddin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kekayaan intelektual tidak hanya terfokus pada hasil karya dan usaha perorangan atau badan hukum.

Kekayaan intelektual juga bisa berupa indikasi geografis suatu daerah.

Oleh karenanya, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah mendorong pemerintah daerah mendaftarkan indikasi geografis sebagai kekayaan intelektual.

Baca juga: Atlet China Keluhkan Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 yang Terkelupas hingga Tak Berani Pegang Lagi

"Wilayah Provinsi Jawa Tengah sangat luas, dan memiliki banyak potensi indikasi geografis.

Kantor Wilayah Jawa Tengah berkomitmen untuk mendorong pendaftaran indikasi geografis dari wilayah Jawa Tengah," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin, dalam keterangannya, Sabtu (28/8/2021).

Dikatakannya, hingga saat ini Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah telah mendaftarkan beberapa indikasi geografis yang ada di Jawa Tengah.

Di antaranya Carica Dieng, Mebel Jepara, Purwaceng Dieng, Tembakau Srinthil Temanggung, Kopi Arabika Java Sindoro Sumbing, Kopi Robusta Temanggung, dan Ikan Uceng Temanggung.

Ia menjelaskan, indikasi geografis merupakan bentukan dari potensi alam yang ada di suatu daerah.

Potensi alam yang melimpah tersebut jika dikelola dengan baik akan dapat bermanfaat bagi daerah sebagai ciri khas suatu wilayah dan dapat digunakan sebagai aset perdagangan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah di mana produk tersebut berasal.

"Kekayaan intelektual adalah sebuah aset berharga yang dapat memajukan perekonomian suatu bangsa," jelasnya.

Yuspahruddin menegaskan, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah maupun Lembaga yang mewakili masyarakat di kawasan geografis tertentu untuk mengajukan permohonan pendaftaran indikasi geografis yang dimaksud.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Bambang Setyabudi menambahkan, dengan memiliki indikasi geografis yang terdaftar, suatu daerah memiliki ciri khas yang akan membuat daerah tersebut menjadi dikenal oleh masyarakat.

"Hal ini dapat mendorong jumlah wisatawan yang datang.

Selain untuk berwisata, juga mencari produk yang khas dan hanya ada di wilayah tertentu sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," tambahnya.

Di era pandemi ini, katanya, produk indikasi geografis tersebut juga diperdagangkan secara online melalui e-commerce, sehingga dapat membantu perkonomian masyarakat Jawa Tengah. (Nal)

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Juventus Vs Empoli Serie A Liga Italia, Ronaldo Ogah Main Bareng Nyonya Tua

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved