Breaking News:

Pendidikan

3.000 Mahasiswa Baru USM Pakem Daring dan Luring 2 Hari

Sebanyak 3.651 mahasiswa baru Universitas Semarang (USM) mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) secara daring dan luring.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Humas USM
Rektor USM, Andy Kridasusila (kedua kanan)mengenakan topi dan memberikan jaket almamater sebagai tanda dimulainya Pakem. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sebanyak 3.651 mahasiswa baru Universitas Semarang (USM) mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) secara daring dan luring selama dua hari, Sabtu dan Minggu (28-29/8/2021).

Kegiatan yang pimpin Rektor USM, Andy Kridasusila dihadiri Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudarto P Hadi; Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Kesi Widjajanti, dan para dekan.

Wakil Rektor III USM, Supari menuturkan sesuai surat edaran dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), dalam pengenalan mahasiswa baru juga harus menampilkan empat video.

Yakni sambutan Mendikbudristek, Nadiem Makarim; materi bahaya terorisme dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT); materi bela negara oleh Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan; dan materi etika bersosial media oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

"Kegiatan Pakem untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar lebh cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem perguruan tinggi di USM," kata Supari, dalam keterangan tertulis, Minggu.

Rektor USM, Andy Kridasusila dalam sambutannya berharap kepada seluruh mahasiswa baru untuk aktif di kegiatan, terutama yang meningkatkan soft skill dan hard skill.

"Saat ini USM juga menerima mahasiswa dari Negara Ghana yaitu Asare Owusu Sekyere yang akan menempuh studi di Program Studi S1 Manajemen," tuturnya.

Andy juga sempat berkomunikasi dengan tiga mahasiswa baru.

Yaitu Junifa Umi Rahma dari Fakfak Papua Barat yang mengambil Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Lucia Arinda Luan dari Atambua NTT dari Program Studi Ilmu Hukum, dan Nurul Amanda Dika Saputri dari Batam Kepulauan Riau dari Program Studi Psikologi.

"Lulusan USM harus profesional, beradab memiliki wawasan terkait IT dan pembangunan. Serta berkeindonesiaan, sehingga setelah lulus dari USM, mahasiswa dari luar daerah bisa Kembali ke daerah asal agar pembangunan di Indonesia lebih merata," ujarnya.

Sementara, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudharto P Hadi meminta mahasiswa memajukan USM.

Dikatakan, USM merupakan rumah, tempat belajar, tempat menggajar, tempat mengabdi, dan tempat untuk mengaktualiasasi menjadi lebih baik.

"Belajar di perguruan tinggi adalah masa transisi dari SMA yang terstruktur, terbimbing menjadi mandiri. Ketika kuliah anda mandiri bebas memilih mata kuliah yang akan diambil, bebas memilih dosen pembimbing karena itu kemampuan yang akan dimiliki adalah daya kritis dan berpikir sistemik," kata Prof Sudharto.

Prof Sudharto dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip yang baru yaitu Prof Kesi Widjajanti dan Ketua Dewan Penyantun USM yaitu Prof Mahfud MD yang saat ini sebagai Menkopolhukam RI.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved