Breaking News:

Dongeng Tulo dan Tulio di Kolam Ajaib

Pada suatu ketika hiduplah dua bersaudara. Tulo si kakak dan Tulio si adik. Mereka sangat baik dan ramah. Namun ada keanehan pada tubuh mereka. Tulo m

Penulis: Jen | Editor: abduh imanulhaq
Majalah Bobo
Dongeng Tulo dan Tulio di Kolam Ajaib 

Dongeng Tulo dan Tulio di Kolam Ajaib

TRIBUNJATENG.COM - Berikut dongeng Tulo dan Tulio di kolam ajaib :

Pada suatu ketika hiduplah dua bersaudara. Tulo si kakak dan Tulio si adik. Mereka sangat baik dan ramah. Namun ada keanehan pada tubuh mereka. Tulo memiliki kaki yang panjang setinggi rumah, namun tangannya pendek sekali. Sementara Tulio memiliki kaki yang amat pendek namun tangannya amat panjang sehingga bisa memeluk sebuah rumah. Anak-anak menyukai mereka. Namun orang dewasa menganggap mereka aneh. Tulo dan Tulio senang menghibur anak-anak. Mereka bercerita, melucu, bernyanyi...

Suatu hari Tulio berkata kepada Tulo, "Kak, aku mendengar cerita tentang kolam ajaib. Konon kolam itu bisa membuat tubuh kita normal. Aku tidak suka dianggap aneh dan ditertawakan. Ayo kita cari kolam ajaib itu."

Baca juga: Asal Mula Danau Toba Cerita Rakyat Sumatera Utara

Baca juga: Dongeng Cindelaras Cerita Rakyat Jawa Timur

Baca juga: Dongeng Roro Jongrang Asal Usul Candi Prambanan Cerita Rakyat Jawa Tengah dan Yogyakarta

Baca juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Tulo berpikir sejenak. "Baiklah! Mari kita berpetualang mencari kolam ajaib itu!" ujarnya kemudian.

Di sepanjang perjalanan, Tulo dan Tulio bertemu banyak orang. Ada yang menganggap mereka aneh, ada pula yang menerima mereka dengan senang hati. Yang jelas, kemana pun mereka pergi, mereka selalu menghibur anak-anak. Mereka bermain akrobat atau pun melucu. Anak-anak sangat gembira melihat pertunjukan mereka.

Dongeng Tulo dan Tulio di Kolam Ajaib
Dongeng Tulo dan Tulio di Kolam Ajaib (Majalah Bobo)

Lama-kelamaan orang dewasa pun mulai menyukai pertunjukan Tulo dan Tulio. Tulo dan Tulio menjadi amat terkenal. Mereka diundang di berbagai perayaan dan pesta. Ketenaran mereka akhirnya terdengar Raja Tenggara.

Raja mempunyai masalah. Putranya sangat pemurung. Ia tidak mau tertawa dan amat pemarah. Sifat putranya itu membuat raja sedih. Dengan sifat seperti itu, putranya akan sulit menjadi raja yang dicintai rakyatnya kelak. Berbagai tabib, pelawak, tukang sulap, tak mampu membuat pangeran kecil itu tersenyum. Raja Tenggara akhirnya mencoba memanggil Tulo dan Tulio. Ia berharap Tulo dan Tulio berhasil.

Kedua kakak adik itu datang ke istana Raja Tenggara. Mereka mencoba menghibur pangeran kecil. Mereka menari, menyanyi, melucu, dan berakrobat. Mula-mula pangeran kecil tak tertarik. Namun lama-lama ia mulai memperhatikan Tulo dan Tulio. Tulo dan Tulio memang berbeda dengan penghibur lainnya. Mereka sangat menyukai anak-anak. Tulo membopong sang pangeran kecil di atas pundak. Pangeran pun dapat melihat kota dengan jelas. Tulio menggunakan tangannya yang panjang untuk mengayun tubuh pangeran. Pangeran kecil merasa terbang seperti burung. Wah, hanya Tulo dan Tulio yang sanggup melakukan hiburan seperti ini.

Pangeran kini mulai sering tertawa dan bergembira. Pangeran itu juga tidak pemarah dan egois lagi. Rupanya selama ini pangeran merasa kesepian dan bosan. Tulo dan Tulio mengajarinya cara berteman dan menjaga perasaan orang lain.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved