Breaking News:

Berita Solo

Jatanras Polda Jateng Tangkap Pemeras Pejabat Pemkot Solo, Modus Catut Nama Tokoh Pucangsawit

Subdit III Jatanras Polda Jateng bekuk terduga pelaku pemerasan terhadap pejabat di lingkungan Pemkot Solo, Minggu (29/8/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Pelaku dugaan pemerasan, AS, saat dibawa oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jateng ke Satreskrim Polresta Solo, Minggu (29/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Subdit III Jatanras Polda Jateng bekuk terduga pelaku pemerasan terhadap pejabat di lingkungan Pemkot Solo, Minggu (29/8/2021). 

Pelaku berinisial AS itu, mengaku orang dekat tokoh penting yang tinggal di Pucangsawit nekat melakukan pemerasan terhadap 3 pejabat di lingkungan Pemkot Solo. 

Bila menilik lokasi yang disebutkan oleh pelaku, tokoh penting itu adalah mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Solo. 

Kasubdit III Jatanras Polda Jateng, AKBP Agus Puryadi bersama jajaran setelah menangkap, pelaku langsung dibawa ke Satreskrim Polresta Solo untuk penyidikan lebih lanjut. 

Baca juga: Masuk Kategori PPKM Level, Pemkab Kudus Mulai Memperbolehkan Objek Wisata Buka

Baca juga: Warga Dengar Suara Ledakan Keras dari Dalam Toko Tan Pekojan Semarang saat Alami Kebakaran

Baca juga: HUT ke-76 RI, Pemkab Tegal Selenggarakan Lomba Bungah Merdeka, Berikut Ini Persyaratannya

Baca juga: Pemkab Kendal Targetkan Bangun 170 Rumah Warga Berpenghasilan Rendah di Weleri Selesai Akhir Tahun

AKBP Agus Puryadi mengatakan, kasus ini bermula saat ada laporan pada Jumat (27/8/2021) dari salah seorang kepala dinas di lingkungan Pemkot Solo berinisial T melaporkan ke pihak kepolisian, dirinya diperas oleh seseorang. 

"Jadi dia mengaku orang dekat mantan wali kota. Kemudian kepada T ini, dia meminta sejumlah uang, katanya untuk biaya rumah sakit dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan tersangka sejak bulan Juli lalu, total uang yang ditransfer sejumlah Rp 60 juta," ungkap Agus. 

Untuk menghindar, lanjut Agus, korban T ini sempat ganti nomor handphone.

Namun pelaku AS ini entah bagaimana tahu nomor baru korban. 

"Dari situ, muncul kata-kata pengancaman guna memeras korban. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkan pada kepolisian," terangnya. 

Dari hasil pengakuan sementara, menurut Agus, ternyata tidak hanya T yang menjadi korban pemerasan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved