Breaking News:

Berita Semarang

Tanggal-Tanggal Gajian, Tren Investasi Emas Meningkat

Tren peminat investasi emas selama pandemi ini tetap sama seperti sebelumnya yakni saat-saat orang menerima gaji bulanan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Emas logam mulia di Butik Antam Semarang.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Investasi emas masih menjadi instrumen yang dilirik masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dikatakan Head Marketing Representatif Butik Antam Semarang Ombi Saputra, tren peminat investasi emas selama pandemi ini tetap sama seperti sebelumnya yakni saat-saat orang menerima gaji bulanan.

"Namanya peminat barang investasi, tidak harus setiap hari, ya. Kalau saya lihat, ada trennya. Pas lagi ramai biasanya tren-tren gajian, tanggal muda," kata Ombi baru-baru ini.

Ombi menyadari, di tengah pandemi Covid-19 sendiri penjualan emas di Butik Antam Semarang tidak mengalami peningkatan signifikan dan justru cenderung mengalami penurunan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Namun ia menyebutkan, penjualan emas di Butik Antam Semarang tetap tumbuh pada semester I tahun 2021. 

Peningkatan yakni sebesar 31 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

"Ketika PPKM sempat turun sampai 65 persen, karena daya beli masyarakat juga menurun dan akses ke butik juga terbatas penyekatan.

Namun untuk penjualan tetap mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu tumbuh 31 persen pada semester 1 tahun 2021," ungkapnya.

Ombi memaparkan, peningkatan penjualan sendiri terjadi tidak lain sebab instrumen emas masih menjadi preferensi investasi di tengah pandemi ini.

Emas sejauh ini dianggap sebagai investasi paling aman sekaligus menjadi alat lindung nilai (save haven) di saat investor sedang menghadapi krisis.

"Karena yang investasi bukan sehari dua hari tetapi jangka panjang. Selain itu, harga emas cenderung stabil dan jarang mengalami penurunan yang drastis bahkan cenderung mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan harga emas di atas inflasi secara global tiap tahunnya. Bayangkan, dengan investasi pada instrumen lain yang mayoritas mengacu ke suku bunga, dan saat pandemi ini cenderung rendah," katanya mengungkap keuntungan investasi emas.

Ia menambahkan, dari sisi kemudahan, seiring dengan perkembangan teknologi digital memudahkan orang-orang yang ingin berinvestasi emas kapanpun dan di mana pun.

Investasi emas dinilai lebih praktis dan fleksibel, karena bisa bebas membeli dari berat yang paling ringan, yaitu 1 gram.

"Untuk pelayanannya juga mudah, bisa melalui daring (online) dan luring (offline). Secara offline, di tengah PPKM ini di tempat kami syaratnya minimal sekali vaksin," imbuhnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved