Breaking News:

Belanja Masyarakat Mulai Pulih Sejak Pertengahan Agustus 2021

pada pertengahan Agustus, indeks frekuensi belanja masyarakat naik ke level 97,3. Demikian pula dengan indeks nilai belanja yang naik ke level 79,7

Editor: Vito
istimewa
ilustrasi ekonomi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono mengungkapkan, penerapan PPKM darurat ataupun berbasis level telah menekan daya belanja masyarakat.

Data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan, indeks nilai belanja masyarakat pada 1 Agustus 2021 turun tajam hingga ke level 73,3.
Pemulihan

"Namun seiring dengan relaksasi PPKM, belanja masyarakat menunjukkan pembalikan arah. Data pada 15 Agustus mencatat indeks belanja masyarakat menunjukkan tanda pemulihan," katanya, dalam keterangannya, Senin (30/8).

Data MSI menunjukan, pada pertengahan Agustus, indeks frekuensi belanja masyarakat mulai naik ke level 97,3. Demikian pula halnya dengan indeks nilai belanja yang naik ke level 79,7.

"Dalam beberapa minggu ke depan, seiring dengan relaksasi PPKM, kami melihat bahwa tren pemulihan belanja akan terus berlanjut," ujar Teguh.

Ia menambahkan, belanja masyarakat khususnya di Pulau Jawa terus meningkat. Hal itu selaras dengan diturunkannya tingkat PPKM di banyak provinsi di Pulau Jawa.

Tercatat indeks nilai belanja di Jawa pada 15 Agustus berada di 73,4, naik dari 63,8 pada 1 Agustus 2021.

"Faktor lain yang mendorong kenaikan belanja di Jawa tampaknya juga menurunnya kasus positif covid-19. Hal ini membuat masyarakat relatif lebih berani melakukan aktivitas ekonomi," paparnya.

Adapun, indeks belanja di luar Pulau Jawa menunjukkan tren yang menurun, meskipun masih berada di level yang tinggi. Hingga 15 Agustus 2021, indeks belanja di luar Pulau Jawa berada di tingkat 86,4.

Mandiri Institute juga mencatat, pemulihan belanja terjadi di setiap lapisan kelompok masyarakat.

Dari tiga kelompok masyarakat yang dibagi berdasarkan penghasilan bawah, menengah, dan atas, seluruhnya menunjukkan kenaikan dalam belanja masyarakat.

Adapun, kelompok masyarakat menengah mengalami kenaikan drastis. Hingga 15 Agustus 2021, indeks belanja kelompok menengah, yaitu mereka yang memiliki penghasilan sekitar Rp 8,4 juta per bulan menunjukkan angka 110,5 persen.

"Artinya, belanja kelompok ini sudah berada di tingkat sebelum pandemi, Januari 2020," ucap Teguh. (Kompas.com/Rully R Ramli)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved