Breaking News:

Berita Sragen

Kasus Covid-19 Terus Melandai, Bupati Sragen Belum Bicarakan PTM, Kenapa?

Bupati Kusdinar mengaku belum membahas PTM meskipun kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen terus landai.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka di SDN 4 Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku belum membahas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meskipun kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen terus landai.

Ditemui usai rapat evaluasi bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Yuni sapaan akrabnya itu mengatakan data Covid-19 di pemerintahan pusat masih tinggi.

"Kita belum membicarakan PTM selama kita masih berada di Level 4. Walaupun pada kenyataannya kita sudah sangat landai, tapi kalau catatan di pemerintahan pusat maupun provinsi masih di level 4 kita tentu belum bisa PTM," kata Yuni, Senin (30/8/2021) siang.

Kendati demikian, Yuni mengaku akan mempersiapkan PTM, termasuk mempersiapkan pembukaan tempat-tempat wisata yang rencananya dilakukan pekan ini.

Meskipun belum ada pembicaraan, Yuni mengaku pihaknya baru akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan untuk persiapan PTM di Sragen.

Terkait skema PTM, Yuni mengatakan tidak ada juklak juknis khusus dari pemerintah pusat maupun provinsi. Mengingat seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

"Untuk skema, kalau keadaan seperti ini sebenarnya diserahkan kepada pemerintah daerah. Tidak ada juklak juknis khusus dari pemerintah provinsi maupun pusat jadi kita lihat terlebih dahulu satu pekan ke depan," lanjut Yuni.

Yuni mengatakan PTM bisa saja dibagi menjadi tiga gelombang, mengingat ada evaluasi PTM di beberapa titik. Masih terjadi pertemuan antara siswa yang pulang dan datang.

Tidak hanya itu, orang tua yang turut mengantarkan maupun menjemput anaknya di sekolah juga menjadi salah satu kerumunan yang terjadi.

"Bisa saja dibagi tiga jadi lebih sedikit. Karena evaluasi PTM di beberapa titik tertentu tetap terjadi pertemuan, antara yang pulang dan yang datang terutama orangtua yang menjemput anak," katanya.

Sementara ditanyai soal vaksinasi terhadap anak-anak Yuni mengatakan belum bisa dilakukan. Dia melanjutkan vaksin saat ini terbatas dan pihaknya masih mengutamakan lansia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved