Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pembelajaran Tatap Muka di Semarang Dimulai, Satpol PP Datangi Sekolah, Pantau Pelaksanaan Prokes

Satpol PP Kota Semarang bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan TNI Polri melaksanakam giat operasi gabungan penegakan protokol kesehatan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Satpol PP Kota Semarang bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan TNI Polri melaksanakam giat operasi gabungan penegakan protokol kesehatan ke sejumlah sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (30/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan TNI Polri melaksanakam giat operasi gabungan penegakan protokol kesehatan ke sejumlah sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (30/8/2021).

Kasi Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kota Semarang, Rulyta Yuli Astuti mengatakan, penegakan protokol kesehatan di sekolah akan diagendakan rutin ke sekolah secara bergantian.

Pihaknya bakal mengecek apakah penerapan protokol kesehatan sudah sesuai dengan peraturan wali kota terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Apa Itu Paralimpiade? Sejarah Gelaran Olahraga yang Diadakan Tiap 4 Tahun Sekali

Baca juga: Video Hendi Pantau PTM Hari Pertama di Semarang

Baca juga: PSIS Semarang Versus Persela di Laga Perdana Liga 1 2021, Pertandingan Istimewa buat Kapten Wallace

"Nanti semuanya akan dicek secara bergantian karena cukup banyak sekolah yang melaksanakan tatap muka," ujar Rulyta.

Pada hari pertama, petugas mengawasi protokol kesehatan di lima sekolah yakni SMPN 3 Semarang, SMPN 2 Semarang, SMPN 37 Semarang, SMPN 39 Semarang, dan SDN Sompok. 

"Kami lihat lima sekolah tersebut sudah bagus dalam menerapkan protokol kesehatan. Seluruh siswa SMP yang tadi kami datangi juga sudah divaksin, kecuali SMPN 37 karena masih menunggu giliran dari Dinkes. Yang belum adalah siswa yang usianya 12 tahun ke bawah sama yang punya penyakit bawaan seperti asma atau alergi," rincinya.

Dari sisi ketertiban, pihaknya tidak menjumpai adanya kerumunan di lima sekolah itu.

Seluruhnya sudah menerapkan sistem bergilir.

Pintu masuk dan pintu keluar juga dibedakan.

Pihak sekolah pun berkomunikasi dengan orang tua sehingga tidak ada penumpukan penjemputan saat siswa selesai belajar tatap muka.

"Kami harap orang tua bisa menjemput sesuai jam pulang sehingga tidak ada kerumunan," tambahnya.

Baca juga: Hakim PN Semarang Nyatakan Penetapan Tersangka Kakek Suryadi Oleh Polsek Gunungpati Tidak Sah

Baca juga: Kawanan Perampok yang Gasak Uang SPBU Ratusan Juta Ditangkap, Polisi: Tersisa Tinggal Pecahan Ribuan

Baca juga: Tangis Istri Muda Yosef yang Tertekan, Ini Pengakuannya tentang Kasus Pembunuhan Tuti dan Amalia

Dari sisi kesiapa pembelajaran, menurutnya, mental anak-anak perlu asah kembali mengingat sudah satu setenhah tahun mereka tidak bertatap muka.

Setidaknya, pihak sekolah bksa melatih mental anak-anak agar kembali memiliki percaya diri yang tinggi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved