Breaking News:

Berita Batang

Angka Kasus KDRT di Batang Terus Meningkat, Diduga Masih Banyak Warga yang Diam, Enggan Melapor

DP3AP2KB Kabupaten Batang menyebut angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Batang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
Dokumentasi DP3AP2KB
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang Supriyono 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang Supriyono, menyampaikan, angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Batang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Adapun kategori KDRT yang terjadi di antaranya pelecehan seksual dan kekerasan antara orang yang terikat dalam hubungan pernikahan atau anggota keluarga, dan penelantaran anak. 

"Dari data laporan ke kami untuk kekerasan seksual tahun 2018 ada 10, tahun 2019 ada 26, tahun 2020 ada 21 kasus," tuturnya, Selasa (31/8/2021).

Kemudian eksploitasi anak tidak ada kasus masuk, kekerasan fisik dalam rumah tangga tahun 2018 ada 10, tahun 2019 ada 7 dan tahun 2020 ada 6 kasus. 

Baca juga: Atasi Persoalan Ekonomi Warga, Dinsos Kota Semarang Gandeng MBCI Latih Membuat Gladiol Kertas

Baca juga: Mantan Bupati Boyolali Seno Samodro Gawe Video Klip, Cover Lagune Ade Manuhutu Sst Si Betis Indah

Baca juga: Ular Sanca Hebohkan Warga Sumurpanggang Tegal, Ini Nomor Telepon BPBD Siap Evakuasi Ular

Kasus penelantaran anak tahun 2019 ada 2, tahun 2020 ada 2 kasus. 

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) tahun 2018 ada 3, 2019 ada 5 dan 2020 ada 20 anak.

"Dilihat dari data, cenderung meningkat setiap tahunnya dan terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Sebenarnya kasus kekerasan seksual terhadap anak banyak terjadi di Kabupaten Batang, namun secara psikis mereka sudah tertekan sehingga mereka takut dan tidak berani melapor, setelah berkali-kali dan terdesak mereka baru berani melapor," jelasnya. 

Dalam kewenangan DP3AP2KB, pihaknya dapat melakukan pendampingan juga memediasi korban dengan pelaku.

Baca juga: Inilah Sosok Dr Ferdinandus Hindiarto Rektor Baru Unika Soegijapranata Semarang

Baca juga: Objek Wisata Guci Tegal Mulai Dibuka Besok, Ini Syarat Bagi Pengunjung

Kegiatan itu dilakukan bersama Polres, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, LSM, dan RSU.

"Kami terus melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan supaya masyarakat sadar, sehingga mau melaporkan kasus KDRT yang dialaminya, itu bukan aib dan kami siap merangkul dan membantu," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved