Breaking News:

Berita Batang

Batang PPKM Level 2, Bupati Wihaji Wanti-wanti Warga Jangan Sekali-kali Lengah

Wihaji mengatakan saat ini Kabupaten Batang masuk PPKM Level 2, namun hal itu jangan sampai membuat masyarakat lengah

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Bupati Wihaji saat diwawancarai usai kunjungan ke kampung Zero Covid-19, Selasa (31/8/2021). 

Masuk PPKM Level 2, Bupati Wihaji : Ada Beberapa Perbedaan Kelonggaran Tapi Tetap Dibatasi

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tren penurunan angka kasus aktif Covid-19 dibarengi dengan upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Batang bekerjasama dengan Polres dan Kodim Batang membuat Kabupaten Batang termasuk daerah yang turun PPKM level 2.

Meski demikian, Bupati Batang Wihaji meminta masyarakat untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Untuk saat ini Kabupaten Batang masuk PPKM Level 2, namun hal itu jangan sampai membuat masyarakat lengah, karena lonjakan bisa saja sewaktu-waktu bisa terjadi bila warga lengah dan mengabaikan prokes," tutur Bupati Wihaji usai kunjungan ke kampung Zero Covid-19, Selasa (31/8/2021).

Menurut Wihaji, dalam sepuluh hari ke depan merupakan waktu yang penting dilakukan pengawasan. 

"Sepuluh hari ke depan merupakan waktu yang penting untuk terus dilakukan pengawasan, jangan sampai terjadi lonjakan akibat kelengahan kita," ujarnya.

Sementara itu, dalam masa PPKM level 2 dijelaskannya terdapat beberapa poin perbedaan kelonggaran dari PPKM level 3 diantaranya pengunjung dari pasar tradisional dan supermarket  dari 50  persen menjadi 75 persen jam operasional sampai dengan pukul 21.00.

Tempat ibadah 75 persen atau 75 orang, Restoran dan Kafe diperbolehkan makan ditempat sampai dengan  pukul 21.00 dengan waktu makan 30 menit jumlah pengunjung 50 persen dari yang semula ditutup.

Pariwisata dibuka 25 persen dengan simulasi dan uji coba,

Seni budaya, olah raga , kegiatan sosial kemasyarakatan boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen dari yang semula ditutup.

Transportasi 100 persen dari semula 75 persen dan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan pengunjung 50 orang ketentuan tidak makan ditempat atau dibawa pulang.

"Sekali lagi kelonggaran tersebut tentu ada batasan-batasannya, dengan kondisi yang sudah baik ini mari bersama-sama kita saling menjaga dengan utamakan prokes dalam aktivitas sehari-hari," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved