Breaking News:

Berita Jepara

Kontainer Semakin Langka dan Mahal, HIMKI Jepara Harap Ada Penyelesaian Secara Global

Pengusaha mebel di Jepara mengeluhkan kelangkaan kontainer. Hal ini berimbas pada pengiriman pesanan ke negara tujuan.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: rival al manaf
Kontainer Semakin Langka dan Mahal, HIMKI Jepara Harap Ada Penyelesaian Secara Global
Istimewa
Salah seorang tukang sedang menata mebel di kontainer. Saat ini pengusaha mebel di Jepara keluhkan kesulitan pemesanan kontainer.(Dok. HIMKI Jepara).

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pengusaha mebel di Jepara mengeluhkan kelangkaan kontainer.

Hal ini berimbas pada pengiriman pesanan ke negara tujuan.

Kejadian ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan dan hingga kini belum ada tanda-tanda kembali ke kondisi normal.

Baca juga: Spiegel Bar and Resto Berikan Promo Bagi Pengunjung yang Sudah Vaksin

Baca juga: Bolehkan Penderita Asam Lambung Mengonsumsi Jahe? Simak Aturannya

Baca juga: Membangun Ekosistem Kewirausahaan, AKS Ibu Kartini Semarang Lolos Program Kemendikbudristek

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Kabupaten Jepara, Maskur mengatakan pelaku ekspor saat ini mengalami kendala pemesanan kontainer.

Selain itu juga saat ini harga kontainer sudah naik tajam.

Menurutnya, kondisi ini juga dialami negara-negara yang memiliki basis perekonomian ekspor dan impor.

"Secara survei untuk tujuan Eropa naik di level 900 sampai 1.100 persen. Untuk Amerika Serikat mulai meningkat harganya sekitar 700 sampai 800 persen," terang Maskur kepada Tribun Jateng saat menjelaskan kenaikan harga pemesanan kontainer, Senin (30/8/2021).

Dengan kenaikan yang tajam ini, kata dia,  berpengaruh pada harga jual. 

Dikatakan Maskur, pelaku usaha mebel saat ini sudah mulai mendapatkan penundaan pemesanan. Ini buntut dari kenaikan harga kontainer yang sudah tidak masuk akal.

"HIMKi sudah beberapa kali menyampaikan kepada pemerintah perihal kondisi di logistik."

"Masukan yang kami berikan, urusan logistik ini memang tidak bisa diselesaikan dalam satu negara. Ini harus multinasional," imbuhnya.

Maskur menyebut kelangkaan kontainer ini bisa disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Tapi ada juga penyebab lain yang belum diketahui secara pasti 

Menurutnya, berdasarkan keterangan yang diterima pihaknya dari pelaku usaha jasa kontainer, kelangkaan ini karena ada pembatasan di negara tujuan.

Menyikapi hal ini, dia berharap ada penyelesaian secara global. Karena perhitungan kenaikan harga sudah tidak masuk akal lagi.(yun).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved