Berita Semarang

Tempat Penyimpanan Plasma Konvalesen Terbatas, Sedulur Plasma Tetap Gencar Jaring Penyintas Covid-19

Sedulur Plasma Kota Semarang tetap gencar lakukan penjaringan penyintas Covid-19 untuk donorkan plasmanya.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Dok. Sedulur Plasma
Sedulur Plasma saat melakukan kegiatan sampling plasma konvalesen menyasar penyintas Covid-19 di Meteseh, Tembalang, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sedulur Plasma Kota Semarang tetap gencar melakukan penjaringan penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasmanya.

Meskipun kondisi PMI Kota Semarang masih terbatas tempat penyimpanan plasma konvalesen.

"Kami tetap jalan sesuai rencana dan setting dari awal yakni untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen khususnya di Kota Semarang," ucap Koordinator Sedulur Plasma, Purwoko kepada Tribunjateng.com, Selasa (31/8/2021).

Diakuinya, pihaknya kini memang lebih fokus untuk menyiapkan sarana edukasi digital berupa materi edukasi terkait donor baik donor plasma konvalesen maupun donor darah biasa atau Whole Blood (WB).

Materi edukasi dipersiapkan lebih serius dengan membuat web sedulurplasma.org.

Hasil kerjasama blood for life Indonesia dan Plasma Hero.

"Jadi agenda kami sekarang tak hanya mengajak donor plasma Konvalesen melainkan juga donor darah biasa," tuturnya.

Ia menyebut, kesadaran pendonor plasma konvalesen juga sudah bergeser.

Sebelumnya banyak penyintas Covid-19 yang merasa trauma, takut di tengah PPKM Darurat dan Level 3,kini di level 2 kesadaran pendonor sudah berubah.

"Atmosfer sudah beda. Pendonor lebih antusias berdonor plasma konvalesen," katanya.

Di tengah surplusnya stok darah plasma konvalesen, ia menuturkan, PMI Kota Semarang diminta untuk berjejaring dengan berbagai daerah yang masih membutuhkan plasma konvalesen.

Semisal semua daerah sama-sama surplus plasma, tentu kewenangan dari PMI dan Pemerintah untuk memikirkan hal itu.

"Jika kondisi seperti itu, keputusan dan kebijakan yang terbaik berada di tangan stakeholder untuk mengatasi persoalan ini," ujarnya.

Ia mengatakan, sependapat dengan PMI Kota Semarang yang mengakali keterbatasan tempat penyimpanan darah plasma konvalesen dengan cara menyeleksi lebih ketat para pendonor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved