Breaking News:

Unsoed Purwokerto

Inovasi Mahasiswa Unsoed Purwokerto, Limbah Tongkol Jagung Jadi Alat Makan Ramah Lingkungan

Permasalahan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.

Editor: abduh imanulhaq
UNSOED
Sepunsoed (Sendok Garpu Biodegradable dari Unsoed) produksi tim mahasiswa Unsoed Purwokerto. 

TRIBNJATENG.COM, PURWOKERTO - Permasalahan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.

Belum adanya tata kelola yang baik dan terintegrasi dalam hal pengelolaan sampah menjadi perhatian sekelompok mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Jumlah sampah plastik di Kabupaten Banyumas kian hari kian bertambah, salah satu penyumbangnya adalah limbah peralatan makan sekali pakai yang terbuat dari plastic.

Penggunaan sendok dan garpu plastic tersebut terus meningkat terlebih di saat pandemi .

Pemberlakuan PPKM mengakibatkan banyaknya restoran/warung makan yang menyediakan fasilitas “take away” mengingat adanya larangan makan di tempat.

Kondisi tersebut mendorong Tim Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed untuk melakukan inovasi pembuatan alat makan non plastic dengan memanfaatkan limbah tongkol jangung menjadi sendok-garpu biodegradable.

Tim yang terdiri dari lima mahasiswa tersebut adalah Fitri Nur Haerunnisa (Agroteknologi 2019), Isna Aulia Syahdiar (TEP 2019), Toibah (TEP 2019), Annisa Islamiati (Agroteknologi 2019), dan Salma Alif Nabilah (TEP 2020).

Awalnya Fitri dan tim berupaya mencari solusi dengan melihat potensi yang dimiliki oleh Banyumas tetapi belum termanfaatkan dengan optimal.

Salah satu komoditas yang memiliki produksi tinggi di Banyumas adalah jagung yang berdampak pada banyaknya jumlah limbah berupa tongkol jagung yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Tim Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) UNSOED
Tim Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) UNSOED (IST)

Ide inovasi muncul untuk membuat sendok-garpu biodegradable yang berasal dari limbah tongkol jagung bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di Kabupaten Banyumas dan meningkatkan nilai tambah dari limbah tongkol jagung serta membuka peluang usaha baru.

Ide tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah proposal yang lolos mendapatkan pendanaan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) pada tahun 2021 bidang kewirausahaan.

Di bawah bimbingan Dian Novitasari, S.TP., M.Si. (Dosen TEP), Fitri dan kawan-kawannya berhasil memproduksi alat makan inovatif berbahan dasar limbah tongkol jagung yang diberi nama “Sepunsoed” (Sendok Garpu Biodegradable dari Unsoed).

Produk tersebut saat ini sudah diproduksi secara massal dan dipasarkan melalui beberapa marketplace.

Hingga saat ini jumlah penjualan produk sudah mencapai 144 pcs. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved