Breaking News:

KRT Mustamin Ajak Wisudawan Lestarikan Upacara Adat Jawa

Puluhan siswa pawiyatan menjalani wisuda Medharsabda-Pranatacara TKB tahun 2021 di Mranggen Demak.

Penulis: iswidodo | Editor: iswidodo
tribunjateng/wid
WISUDA PRANATACARA - Sejumlah peserta siswa pranatacara menjalani Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Bregada VII tahun 2021 di Gedung Pertemuan Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu 21 Agustus 2021. Mereka diwisuda oleh Dwijatama KRT Mustamin Juniarto MB dan sejumlah pejabat serta tokoh adat Demak dengan menerapkan protokol kesehatan. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sebanyak 42 siswa dari berbagai usia dan profesi menjalani Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Bregada VII tahun 2021 di Gedung Pertemuan Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu 21 Agustus 2021.

Acara wisuda tersebut berlangsung meriah diiringi tabuhan gamelan dan dihadiri keluarga dan tamu undangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Semua tamu yang hadir wajib mengenakan masker dan cuci tangan sebelum masuk gedung tersebut.

WISUDA PRANATACARA - Sejumlah peserta siswa pranatacara menjalani Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara
WISUDA PRANATACARA - Sejumlah peserta siswa pranatacara menjalani Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Bregada VII tahun 2021 di Gedung Pertemuan Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu 21 Agustus 2021. Mereka diwisuda oleh Dwijatama KRT Mustamin Juniarto MB dan sejumlah pejabat serta tokoh adat Demak dengan menerapkan protokol kesehatan. (TRIBUNJATENG/TKB)

Siswa di Pawiyatan TKB tersebut berasal dari daerah Mranggen, Karangawen, Purwodadi, Semarang dan lain-lain. Ada yang berprofesi sebagai anggota TNI, Polri, Anggota DPRD, dosen, guru, pengusaha, penjahit, petani, pedagang, mahasiswa dan lain-lain.

"Tujuan utama kita adalah melestarikan budaya Jawa yang adiluhung. Terutama dalam hal upacara adat serta kesusastraan bahasa Jawa, peninggalan leluhur kita. Wisuda tahun ini 42 orang. Dan dari tahun ke tahun terus meningkat," kata Wirabadra (pendiri) sekaligus Sang Dwijatama Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Mustamin Juniarto MB seusai acara wisuda.

WISUDA PRANATACARA - Sejumlah peserta siswa pranatacara menjalani Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara
WISUDA PRANATACARA - Sejumlah peserta siswa pranatacara menjalani Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Bregada VII tahun 2021 di Gedung Pertemuan Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu 21 Agustus 2021. Mereka diwisuda oleh Dwijatama KRT Mustamin Juniarto MB dan sejumlah pejabat serta tokoh adat Demak dengan menerapkan protokol kesehatan. (TRIBUNJATENG/TRI KARSA BUDAYA)

Sebelum pelaksanaan wisuda, seluruh hadirin berdiri sikap sempurna menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian seperangkat gamelan di sisi depan panggung pun ditabuh. Tembang-tembang Jawa pakem pun bergema di gedung tersebut.

Tak lama kemudian ada Panembrama (tembang menyambut tamu kehormatan) yang disajikan oleh puluhan tilas siswa (wisuda angkatan sebelumnya). Panembrama dipimpin oleh Kanjeng Pamudji. Isi tembang saat panembrama harapan dan doa-doa kebaikan, kesehatan, keselamatan dan tolak balak.

Satu-persatu nama wisudawan dipanggil ke panggung, sementara di layar tampak identitas dan foto wisudawan dan dibaca lengkap oleh pranatacara. Para wisudawan mengenakan pakaian adat jawa warna beskap warna hitam, blangkon serta selop juga hitam lengkap dengan dhuwung atau keris terselip di belakang.

PANEMBRAMA  - Sejumlah tilas siswa (wisudawan angkatan sebelumnya) menyajikan Panembrama di panggung dalam acara Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara
PANEMBRAMA - Sejumlah tilas siswa (wisudawan angkatan sebelumnya) menyajikan Panembrama di panggung dalam acara Wisudha Purna Wiyata, Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Bregada VII tahun 2021 di Gedung Pertemuan Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu 21 Agustus 2021. (TRIBUNJATENG/TKB)

"Alhamdulillah semua acara lancar. Termasuk potong tumpeng syukuran HUT Kemerdekaan RI semoga para pejuang dan pahlawan yang mendahului kita, berjuang untuk Indonesia, mendapat tempat terbaik di sisiNYA. Kami sebagai generasi penerus, juga akan melestarikan nguri-uri adat Jawa sebagai warisan yang adiluhung," tutur KRT Mustamin.

Dikatakanya, wisuda ini bukan berarti selesai dalam belajar dan latihan. Justru sebagai awal untuk terjun di masyarakat, membantu dan melestarikan acara adat Jawa. Maka sebagai alumni Tri Karsa Budaya harus bisa menjaga sopan santun dan tata krama budaya Jawa. "Sebagai pranatacara medharsabda tentu bisa ngemong adat budaya Jawa, memberi contoh yang baik," harapnya

Wisuda tahun 2021 ini mengambil tema "Pintere den Aling-alingi, Bodhone Dinokok Ngayun". Yang diterangkan oleh Sang Dwija bahwa hendaknya para wisudawan tidak adigang adigung adiguna. Kalau punya kepintaran disembunyikan tak usah ditonjol-tonjolkan. Namun bila ada kekurangan atau kebodohan ditampakkan saja. Biar jadi orang tidak sombong dan terus mau belajar serta latihan.

POTONG TUMPENG - Sang Dwija KRT Mustamin beserta istri memotong tumpeng syukuran HUT RI dan Wisuda angkatan ke 7  Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara
POTONG TUMPENG - Sang Dwija KRT Mustamin beserta istri memotong tumpeng syukuran HUT RI dan Wisuda angkatan ke 7 Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara "Tri Karsa Budaya" Bregada VII tahun 2021 di Gedung Pertemuan Desa Brumbung Kecama (tribunjateng/TKB)

"Tujuan saya ikut pawiyatan prantacara Tri Karya Budaya supaya bisa membantu masyarakat dalam hal acara adat. Minimal bisa pasrah tampi pengantin. Membiasakan penggunaan bahasa Jawa yang halus," kata Zaidun seorang anggota TNI yang baru saja menjalani wisuda pranatacara.

"Kalau saya, ya supaya bisa jadi pranatacara medharsabda. Sukur nanti anak-anak kita juga bisa melestarikan budaya, menerapkan unggah ungguh di tengah masyarakat. Jangan sampai wong jawa lali jawane," tutur Ari Is seorang penjahit yang juga menekuni Pranatacara di TKB.

Menurut Sang Dwija KRT Mustamin, saat ini angkatan (bregada) ke VIII sudah dimulai dan terus bertambah pesertanya. Pawiyatan dan gladhen (latihan) dilaksanakan seminggu dua kali di Sekretariat TKB di Desa Brumbung RT 07 RW 03 Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. (wid)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved