Breaking News:

Berita Tegal

Obyek Wisata Guci Tegal Kembali Dibuka Secara Terbatas

Kabar wisata Guci Kabupaten Tegal telah diizinkan buka meskipun masih sangat terbatas.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Pedagang oleh-oleh di area wisata Guci Kabupaten Tegal, Ati, saat ditemui Tribunjateng.com di kios jualannya, Rabu (1/9/2021). Ati terlihat sedang menata barang dagangannya setelah sekian lama tutup.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kembali dibukanya daya tarik wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal disambut gembira salah satunya oleh pelaku usaha yang menjual oleh-oleh, Rohayati.

Baginya terpenting wisata bisa dibuka sehingga ada pemasukan, Rabu (1/9/2021).

Pedagang yang sudah puluhan tahun mengais rezeki di area wisata Guci ini mengaku sangat senang dan bersyukur setelah mendapat kabar wisata Guci diizinkan buka meskipun masih sangat terbatas.

Meskipun pada pembukaan hari pertama Ia mengaku belum mendapat pemasukan sama sekali atau belum ada pengunjung yang membeli barang dagangannya, namun Ati tetap merasa senang karena setidaknya masih ada hari esok karena wisata tetap buka.

"Bagi saya yang penting wisata dibuka, ya meskipun hari ini saya belum ada pemasukan sama sekali tetap bersyukur dan alhamdulillah. Insyaallah besok ada rejeki lain karena wisata masih buka," tutur Ati, saat ditemui Tribunjateng.com di kios jualannya, Rabu (1/9/2021).

Hari pertama wisata Guci kembali dibuka, Ati menyiapkan mulai belanja stok oleh-oleh, buah alpukat, manisan, dan lain-lain. 

Tapi belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, Ati tidak menyetok barang dagangan terlalu banyak, sehingga dari yang biasanya ia kulakan (membeli) alpukat bisa mencapai 1-2 kuintal sekarang paling hanya 50 kilogram saja. 

Sehingga saat ini stok dagangannya terbatas, dalam arti ketika memang sudah mau habis baru kembali kulakan atau belanja lagi, tujuannya supaya lebih efisien dan mengurangi resiko kerugian lebih banyak. 

"Kalau saya dan pedagang yang lain ya berharapnya bisa terus buka dan jangan ditutup lagi. Karena kalau ditanya mematuhi prokes atau tidak, kami ya mematuhi dan mengikuti aturan yang ada. Intinya bagi saya terpenting bisa jualan dan ada biaya anak yang sedang kuliah, untuk bayar semesteran dan kuota internet karena masih daring," ungkapnya.

Ati pun mengaku seperti babat alas atau memulai dari awal lagi untuk mencari pelanggan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved