Breaking News:

Wabah Corona

BERITA LENGKAP : Amerika Serikat dan India Catat Lonjakan Kasus Lagi

Amerika Serikat (AS) kembali mengalami kenaikan kasus covid-19 signifikan dalam beberapa hari terakhir. Semantara, lonjakan kasus di India

ISHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi varian baru virus corona, mutasi virus corona.(SHUTTERSTOCK/Orpheus FX) 

TRIBUNJATENG.COM -- Amerika Serikat (AS) kembali mengalami kenaikan kasus covid-19 signifikan dalam beberapa hari terakhir. Semantara, lonjakan kasus di India dikhawatirkan mengarah pada gelombang ketiga virus corona.

Rata-rata kasus harian di AS kini mencapai 100.000 lebih, bahkan sempat hampir menyentuh 200.000 infeksi, yakni pada Jumat pekan lalu, di mana otoritas Negeri Paman Sam melaporkan 191.165 kasus baru.

Pada Selasa (31/8) lalu, pasien positif corona baru di AS bertambah 156.002 orang dalam sehari. Dibandingkan dengan posisi terendah 2 Juni 2021 lalu, terjadi peningkatan 4.000 persen kasus.

AS sebenarnya sukses mengendalikan pandemi setidaknya hingga Juni 2021. Pada 2 Juni 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pasien positif corona di AS 'hanya' bertambah 3.678 orang dalam sehari.

Akan tetapi, peta permainan langsung berubah dengan kehadiran virus corona varian Delta yang lebih menular dibandingkan sebelumnya. Ditemukan kali pertama di India, virus corona varian delta telah menyebar di 170 negara.

Mengutip Worldometers, kenaikan kasus itu membuat kasus covid-19 AS secara akumulatif menembus angka 40 juta kasus. Kasus aktif sebanyak 8,4 juta sementara kematian total tercatat sebanyak 657.909 kasus.

Pandemi covid-19 yang mengkhawatirkan itu mulai membebani fasilitas kesehatan. Rumah sakit di negara-negara bagian di kawasan Selatan negeri itu disebut sudah kewalahan.

Keterisian tempat tidur atau BOR melampaui 90 persen. Hal itu terjadi setidaknya di lima negara bagian, yakni Alabama, Georgia, Texas, Florida, dan Arkansas.

"Tempat tidur ICU kurang dari 10 persen," tulis CNN International, mengutip Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

Tak hanya BOR, jumlah ketersediaan oksigen juga semakin menipis. Ini terjadi tak hanya di negara-negara bagian dengan angka infeksi yang tinggi namun juga di wilayah-wilayah di mana angka vaksinasi rendah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved