Breaking News:

Berita Demak

Demak Jadi Tujuan Pekerja Warga Asing, Kantor Imigrasi Gandeng Timpora Lakukan Pengawasan

Demak merupakan satu dari sekian daerah yang menjadi sasaran industri yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA).

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dok Humas Kantor Imigrasi Semarang
Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Alvian Bayu, memimpin Rakor Timpora Kabupaten Demak di Hotel Amantis, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang menggelar rapat koordinasi dengan menggandeng Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) guna memaksimalkan pengawasan orang asing di masa pandemi Covid-19 ini.

Di antaranya rakor dengan Timpora Kabupaten Demak di Hotel Amantis, Kamis (2/9/2021).

Pasalnya, Demak merupakan satu dari sekian daerah yang menjadi sasaran industri yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA).

Baca juga: Tak Butuh Waktu Lama, Pelajar Tawuran di Semarang Ditangkap Polisi, Ditanyai Jawaban Berbelit-belit

Baca juga: Adrianus Kriminolog Soal Pembunuhan Ibu dan Anak Mayat Ditumpuk: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Baca juga: Pak Bhabin Mangkang Wetan Bujuk Disabilitas Mental Mau Divaksin

"Peranan Timpora ini sangat penting karena kita bisa bertukar informasi dan berbagi tugas dalam pengawasan orang asing," kata Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Semarang, Alvian Bayu, dalam keterangannya kepada Tribunjateng.com.

Dikatakannya, Kabupaten Demak menjadi satu daerah yang juga terdapat tenaga kerja asing. Sari data yang ada, terdapat sekitar 79 TKA.

Mereka tersebar di 26 perusahaan yang berada di lima kecamatan di Demak.

Tak hanya tenaga kerja, pengawasan juga dilakukan terhadap warga asing yang berdomisili dengan status pelajar maupun percampuran karena hubungan pernikahan.

"Di Kabupaten Demak, konsentrasi pengawasan memang pada TKA. Tapi juga di luar itu juga. Tujuannya agar meminimalisir terjadinya pelanggaran Keimigrasian oleh orang asing," jelasnya.

Timpora merupakan gabungan antara Imigrasi dengan pemangku wilayah.

Dengan melibatkan pemangku wilayah, maka pengawasan akan lebih mudah karena mereka berkaitan secara langsung dengan orang asing setiap harinya.

Alvian Bayu menuturkan, sampai saat ini memang belum ditemukan adanya pelanggaran Keimigrasian yang dilakukan warga asing di Demak.

Namun demikian, dengan banyaknya TKA yang ada, tidak menutup kemungkinan pelanggaran akan terjadi.

"Timpora dibentuk agar dapat melakukan penegakan hukum terhadap orang asing yang tidak memenuhi kewajibannya terkait izin tinggal di Indonesia. Dengan begitu, kita juga dapat melindungi kepentingan dan keamanan negara," tuturnya.

Baca juga: Dongeng Dua Burung Merpati Bersaudara Cerita Fabel Denmark

Baca juga: Disnaker Batang Bikin Pelatihan Menjahit

Baca juga: Camat Tugu Dampingi Tia Hendi Pantau Vaksinasi Bagi Disabilitas dan ODGJ : Kami Jemput Bola

Alvian Bayu menambahkan, sebagaimana tugas dan fungsi Kantor Imigrasi yaitu penegakan hukum, pelayanan masyarakat dan pengawasan orang asing, kini juga ditambah sebagai fasilitator ekonomi.

"Dengan begitu, tugas kami tidak hanya mengawasi saja tapi juga memastikan investor asing tetap bertahan, khususnya di masa pandemi ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved