Breaking News:

Dijual, Banyak Kios Pusat Perbelanjaan Masuk Daftar Lelang

Sejumlah kios di pusat perbelanjaan di Jakarta tercatat masuk daftar lelang. Kios-kios itu terutama yang berada di International Trade Center (ITC).

Editor: Vito
Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
ilustrasi - pengunjung berjalan-jalan di Mal Ciputra Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah kios di pusat perbelanjaan di Jakarta tercatat masuk daftar lelang. Kios-kios itu terutama yang berada di International Trade Center (ITC).

Jika dicari melalui lelang.go.id, lalu memasukan kata kunci 'kios', maka akan nampak banyaknya kios yang dijual. Harganya bervariasi dari Rp 350 juta hingga Rp 1 miliar lebih, tergantung lokasi.

Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta mengungkapkan, era kios-kios akan semakin tergerus oleh zaman, terutama oleh jual-beli online yang semakin berkembang pesat.

Hal itupun dinilai menjadi sinyal berakhirnya era kios-kios di pusat perbelanjaan. "Sebelum pandemi memang sudah turun minat masyarakat ke kios, dipercepat oleh pandemi, jadi kuburan-lah sudah," ujarnya, kepada Tribunnews, Kamis (2/9).

Saat ini, kios-kios di ITC Roxy Mas hingga ITC Cempaka Mas turut masuk daftar lelang. Pandemi covid-19 dibarengi dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat barang dagangan di kios-kios sepi dari peminat.

"Mereka tidak melaksanakan trade center secara benar. Tidak pada tempatnya. Itu bukan industri. Konsumen lama-lama bosen ke ITC, lalu akan mikir apa bedanya dengan mal," ucapnya.

Tutum menyebut, beberapa tahun ke depan masyarakat akan semakin meninggalkan aktivitas untuk datang ke kios. Masalahnya, dia menambahkan, pengelola ITC tidak bisa menentukan si pemilik kios untuk berdagang apa.

"Satu problem di ITC, Anda tidak bisa melarang pemilik mau jualan apa. Kalau mal boleh ngatur lantai ini untuk ini. Kecuali ITC seperti Roxy Mas yang semua handphone," paparnya.

"Kalau orang mau beli handphone fokusnya ke sana. Tapi sekarang saingan dengan online. Apalagi, ITC yang tidak ada konsep atau tidak spesifik," jelasnya.

Tutum berujar, pandemi covid-19 semakin mempersulit keadaan para peritel. Tak heran, banyak kios terpaksa dijual atau dilelang karena pemasukan yang menurun drastis. (Tribunnews/Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved