Investor Pasar Modal Kini Didominasi Milenial dan Gen Z

BEI juga mencatat komposisi jumlah investor di pasar modal saat ini semakin bergerak ke usia muda

Editor: Vito
KONTAN/Baihaki
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan jumlah investor baru juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas investor.

Seluruh indikator per Agustus 2021 menunjukkan aktivitas investor meningkat, satu di antaranya yakni rata-rata investor aktif per hari mencatatkan peningkatan.

"Meningkat dua kali lipat menjadi 198.858 dari 94.704 SID (single investor identification) dan rata-rata investor aktif per bulan turut meningkat 2,2 kali lipat menjadi menjadi 641.442 dari 293.886 SID," ujar Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, melalui siaran pers, Kamis (2/9).

Menurut dia, dengan penetrasi digital, distribusi investor juga menjadi semakin merata dan berangsur tidak terpusat lagi di Pulau Jawa.

"Data Juli 2021 menandakan konsentrasi investor di Pulau Jawa berkurang menjadi 69 persen dari 3 tahun sebelumnya atau di 2018 yaitu 74 persen," jelasnya.

BEI juga mencatat komposisi jumlah investor di pasar modal saat ini semakin bergerak ke usia muda. Hasan menyebut, sekitar 80 persen investor di pasar modal merupakan milenial dan gen z.

Hasan menuturkan, berbagai pencapaian signifikan telah diraih, dengan beberapa rekor tercapai sepanjang tahun lalu.

"Di antaranya peningkatan jumlah SID saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor aktif bertransaksi, peningkatan aktivitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham tahun ini yang semakin didominasi oleh investor domestik," terangnya.

Menurut dia, capaian itu juga berkat kegiatan edukasi masif yang dilakukan BEI bersama seluruh stakeholders pasar modal Indonesia.

"Adaptasi ke format edukasi digital juga dilakukan dengan cepat sebagai respon atas kondisi pandemi sekaligus sebagai upaya perlindungan investor,” paparnya.

Sementara pada 2020 lalu tercatat sudah dilakukan sebanyak 8.997 kegiatan edukasi, dan per Juli 2021 telah dilaksanakan 3.991 kegiatan literasi, inklusi, aktivasi, dan pendalaman pasar modal. "Dilakukan dalam kelas tatap muka serta kelas daring dengan total 600.622 peserta," kata Hasan.

Selain itu, per Agustus 2021 sebanyak 22 perusahaan efek Anggota Bursa (AB) telah menerapkan program simplifikasi pembukaan rekening efek.

Program itu dirintis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self Regulatory Organization (SRO) bersama stakeholders pasar modal Indonesia sejak 2018, dan diluncurkan pada 2019.

Hasan menambahkan, jumlah kerja sama yang terjalin untuk pendirian Galeri Investasi (GI) BEI juga tumbuh secara signifikan.

Per Agustus 2021, terdapat 537 GI BEI, dengan 501 di antaranya merupakan kerja sama dengan perguruan tinggi dan 36 lainnya berasal dari non perguruan tinggi.

“Untuk mendukung pertumbuhan ini, pada 12 Maret 2021 telah diluncurkan konsep baru Galeri Investasi Edukasi BEI dan Galeri Investasi Digital BEI,” tandasnya. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved