Breaking News:

Berita Banjarnegara

Penanganan Stroke Pasca 6 Bulan Bisa Berakibat Fatal

Stroke disebut menjadi salah satu penyakit yang paling banyak memicu kematian di dunia, pun Indonesia. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Dokter spesialis rehab medik mengunjungi pasien di rumahnya, Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Stroke disebut menjadi salah satu penyakit yang paling banyak memicu kematian di dunia, termasuk Indonesia. 

Sayangnya, di masyarakat, masih sering ditemui kasus terlambat dalam penanganan penyakit stroke. Akibatnya pun fatal.  Kondisi pasien pasca serangan stroke ini bisa semakin parah.

Dokter Spesialis Rehab Medik RS Islam Banjarnegara dr Tegar Haputra Raya SpKFR menjelaskan, masyarakat perlu memahami kondisi pasien pasca serangan stroke. Sehingga penanganannya bisa maksimal. 

Ini juga terkait percepatan rehabilitasi medik. Semakin cepat ditangani, maka akan semakin baik untuk proses pemulihan pasien. 

Ia menjelaskan, ada dua jenis stroke, yakni karena perdarahan serta penyempitan pembuluh darah. Untuk kasus  penyempitan pembuluh darah, menurut dia, bisa dilakukan rehab medik setelah dua atau tiga hari pasca serangan stroke

"Tetapi untuk kasus perdarahan yang perlu diwaspadai sudah tidak terjadi perdarahan lanjutan. Kasus ini bisa dimulai rehabnya lima hari setelah serangan stroke," kata Raya, Rabu (1/9/2021).

Menurut Raya, gold periode atau waktu emas dalam penanganan pasca stroke ini adalah enam bulan. Jika pasien datang dan melakukan terapi medik sebelum enam bulan, kondisinya relatif masih bisa dipulihkan, maksimal 80 persen. 

Tetapi ia melihat di lapangan, kebanyakan penderita stroke baru tertangani lebih dari waktu itu. Tak ayal, banyak penderita stroke yang sangat lamban pemulihannya setelah melewati enam bulan pertama. 

"Yang paling penting adalah tidak terjadi kondisi yang memperburuk kondisi. Semakin kita kenali, kita edukasi maka akan semakin cepat pemulihannya," tambahnya.

Jika sudah melebihi waktu enam bulan, kata dia, biasanya kondisinya kontraktur atau terjadi kekakuan pada sendi atau otot. Jika sudah seperti itu, menurut dia, perbaikan atau perawatannya bisa dilakukan dengan pembedahan. 

Setelah pembedahan, baru bisa dilakukan rehabilitasi medik.

Karena itu, Raya berharap masyarakat tidak perlu menunda dalam melakukan rehabilitasi medik

Hal ini sangat penting untuk menjaga agar tidak terjadi stroke lanjutan. Sebab stroke lanjutan biasanya kondisinya semakin parah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved