Breaking News:

Berita Karanganyar

Permintaan Gas Melon di Karanganyar Melonjak, Pemilik Pangkalan: Tiap Stok Datang, Habis 10 Menit

Permintaan gas melon atau Elpiji 3 Kg di wilayah Kecamatan/Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan beberapa pekan terakhir.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Pemilik pangkalan di wilayah Karanganyar Kota, Sunaryo (52) sedang menata gas Elpiji 3 Kg, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Permintaan gas melon atau Elpiji 3 Kg di wilayah Kecamatan/Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan beberapa pekan terakhir. 

Pemilik Pangkalan di wilayah Kelurahan Jungke Kecamatan Karanganyar, Sunaryo (52) menyampaikan, sebenarnya tidak ada perubahan jumlah pasokan dari agen.

Pihaknya mendapatkan kiriman sejumlah 120 tabung setiap seminggu sekali.

"Pengiriman setiap hari Senin dan Kamis, sekali kirim 60 tabung. Itu langsung habis, sekitar 10-an menit. Jadi warga ke sini sering kosong (Elpiji 3 Kg)," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Tak Butuh Waktu Lama, Pelajar Tawuran di Semarang Ditangkap Polisi, Ditanyai Jawaban Berbelit-belit

Baca juga: Langkah Pemkab Pati Berdayakan UMKM Pandemi Covid-19

Baca juga: Dongeng Dua Burung Merpati Bersaudara Cerita Fabel Denmark

 Lanjutnya, kemungkinan adanya kelonggaran kebijakan PPKM turut berdampak terhadap peningkatan kebutuhan gas melon belakangan ini. 

Sementara itu, Kasubag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Karanganyar, Daryoko mengatakan, memang ada informasi terkait perbaikan sistem dari pihak Pertamina sehingga berdampak terhadap keterlambatan pengiriman Elpiji 3 Kg ke pangkalan. 

"Terkait distribusi Elpiji 3 Kg pada beberapa hari terakhir memang ada sedikit keterlambatan karena memang informasi ada migrasi sistem atau perbaikan sistem dari Pertamina. Jadi memang ada keterlambatan pengiriman ke pangkalan," ucapnya. 

Dia menuturkan, diperkirakan kondisi sudah normal kembali pada pekan depan Pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya Elpiji 3 Kg ini tepat sasaran.

Meski belum melakukan sidak ke lapangan, Daryoko memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan PPKM turut berdampak terhadap peningkatan penggunaan Elpiji 3 Kg. 

Baca juga: Apa Itu BLBI? Dasar Peraturan Pinjaman Dana Bank Indonesia

Baca juga: Not Angka Badai Tuan Telah Berlalu Salahkah Ku Menuntut Mesra

Baca juga: Adrianus Kriminolog Soal Pembunuhan Ibu dan Anak Mayat Ditumpuk: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

"Kemungkinan pelaku UKM sudah normal kembali," terangnya. 

Dia menjelaskan, Elpiji 3 Kg sesuai aturan memang dapat digunakan untuk kegiatan pertanian dengan syarat peruntukannya hanya bagi petani kecil. 

"Untuk pertanian aturan terbaru boleh dengan syarat petani kecil, hanya memiliki lahan 0,5 hektare," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved