Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Trans Semarang Tetap Berlakukan Pembatasan Penumpang 50 Persen

Layanan transportasi milik Pemerintah Kota Semarang masih memilih melakukan pembatasan 50 persen penumpang pada PPKM level 2.

Tayang:
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Seorang penumpang BRT menunggu kedatangan armada Trans Semarang saat pemberlakuan Hari Transportasi Umum, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang memberlakukan pembatasan 75 persen kapasitas transportasi umum seiring turunnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2.

Namun, layanan transportasi milik Pemerintah Kota Semarang masih memilih melakukan pembatasan 50 persen penumpang pada PPKM level 2.

Plt Kepala BLUD Trans Semarang, Hendrix Setyawan mengatakan, kebijakan berlaku untuk armada yang dimiliki BLUD ataupun yang dijalankan operator.

Alasan diberlakukannya aturan itu lantaran pada jam padat, semisal pagi dan sore hari, jumlah penumpang Trans Semarang cukup banyak.

"Jadi, kami ketap lakukan pembatasan. Kami tidak mau mengambil risiko, apalagi saat jam padat, jumlah penumpang sangat banyak sehingga ditakutkan ada kerumunan dan tidak jaga jarak," jelasnya.

Hendrix menyebutkan, Trans Semarang memiliki 235 armada bus dan feeder yang melayani masyarakat setiap hari.

Ada tiga jenis armada yakni bus sedang, bus besar, dan feeder.

Bus sedang diisi maksimal 20 penumpang dari total kapasitas 40-50 penumpang.

Sedangkan, bus besar diisi 40 penumpang dari total kapasitas 80 penumpang.

"Armada feeder, kapasitas tempat duduk 20 penumpang, tapi kami hanya isi 10 orang penumpang saja," tambahnya.

Di samping pembatasan, Hendrix juga masih memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, mulai menyediakan tempat cuci tangan dan alat ukur suhu tubuh di halte hingga hand sanitizer di armada.

Pemakaian masker juga wajib bagi seluruh penumpang.

Menurutnya, kepatuhan penumpang memakai masker sudah terbilang tinggi.

"Apalagi ada aturan tegas, jika tidak pakai masker tidak boleh naik, kesadaran masyarakat untuk prokes tinggi. Sterilisasi armada juga kami lakukan setelah armada selesai beroperasi," imbuhnya.

(eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved