Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kepada Pelaku Usaha Konveksi Bupati Kudus HM Hartopo Pesan Agar Jaga Kualitas

Bupati Kudus HM Hartopo menekankan kepada pelaku usaha konveksi agar menjaga kualitas produk

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo menekankan kepada pelaku usaha konveksi agar menjaga kualitas produk.

Hal itu disampaikan saat meninjau pelaku usaha konveksi di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (3/9/2021).

Dalam kunjungannya kali ini dia meninjau usaha konveksi milik Abdul Rouf. Saat ditinjau para pekerja yang jumlahnya 30 orang itu tengah sibuk.

Ada yang menjahit, membordir, sampai mengemas pesanan berupa segaram sekolah, perguruan tinggi, maupun seragam kerja dari berbagai instansi.

Rouf mengakui jika pandemi memang berdampak pada usahanya. Meskipun tidak seberapa.

"Pandemi berdampak, paling sedikit. Hanya 10 persen," kata Rouf.

Dampak itu terasa saat awal pandemi pada 2020. Kemudian setelah lebaran 2020 usahanya kembali pulih dan pesanan kembali berdatangan.

Yang nihil dari pesanan yang dia terima selama pandemi adalah seragam sekolah. Kini pembelajaran tatap muka meski terbatas sudah berlangsung.

Pesanan seragam kepada Rouf sudah mulai berdatangan. Tidak hanya dari Kudus, tapi daerah daerah sekitar misalnya Jepara, Demak, termasuk Semarang.

"Selama libur sekolah tidak ada produk seragam sekolah. Sekarang sudah ada permintaan. Kalau seragam kerja ya jalan terus dari dulu," kata lelaki yang memulai usaha sejak 1990-an.

Di sela-sela tinjauannya, Hartopo menitip pesan agar usaha yang saat ini digeluti oleh Rouf dijaga kualitasnya. Dengan begitu produk akan terus digandrungi pasar.

"Harus dijaga kualitas dan desain jangan sampai laku keras laris terus sembarangan. Ini yang selalu ditingkatkan," kata dia.

Dari kunjungan yang itu Hartopo menemukan problem bahwa satu di antara kendala yang dialami oleh pelaku usaha kecil atau menengah adalah tenaga kerja.

Pasalnya, banyak usia produktif yang lebih memilih bekerja di pabrik. Padahal secara upah sama dengan bekerja di pengusaha lokal yang ada di Kudus sendiri.

"Banyak anak muda di Kudus yang memilih bekerja di (pabrik) Jepara. Padahal di sini sama saja bayarannya. Barangkali karena penampilan. Di sana kerja pakai sepatu. Walaupun kerjanya sama saja dengan yang di sini," kata dia.

Sedianya lapangan kerja sangat banyak di Kudus. Pelaku usaha kecil maupun menengah di Kudus sejauh ini memang kekurangan tenaga.

"Jadi pengangguran tidak ada. Kecuali yang nonproduktif," kata dia. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved