Berita Semarang

OJK dan Undip Tandatangani Nota Kesepahaman, Jalin Kerja Sama Bidang SDM

Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan Universitas Diponegoro (Undip) sepakat melakukan kerja sama di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Penandatanganan nota kesepahaman OJK dan Undip di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Rektor Undip Yos Johan Utama di Gedung Kewirausahaan, FEB Undip, Semarang, Jumat (3/9/2021). OJK 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan Universitas Diponegoro (Undip) sepakat melakukan kerja sama di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kerja sama tersebut dilakukan pada sektor jasa keuangan, melalui pembentukan Konsentrasi Manajemen Risiko pada Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).

Adapun kerja sama dibuktikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Rektor Undip Yos Johan Utama di Gedung Kewirausahaan, FEB Undip, Semarang, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Jadwal Bola, Hasil, Klasemen dan Top Skor Liga Inggris, Ronaldo Siap Bela Panji Manchester United

Baca juga: 18 Kata-Kata Bijak Inspiratif Tentang Motivasi Semangat Bekerja

Baca juga: Jadwal, Klasemen, Hasil dan Top Skor Liga Italia, AC Milan Vs Lazio Rebutkan Posisi Puncak Pekan Ini

Wimboh dalam kesempatan itu menuturkan, kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia sangat penting bagi OJK dan Undip. Bagi OJK, hal itu untuk mendukung peningkatan kualitas pegawai di OJK dan industri jasa keuangan.

“Penting bagi OJK untuk terus meningkatkan kualitas SDM sejalan dengan perkembangan di industri jasa keuangan. Penerapan manajemen risiko merupakan kunci penting dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan,” kata Wimboh yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Wali Amanat Undip itu.

Ia melanjutkan, pembukaan konsentrasi Manajemen Risiko ini diperlukan untuk memperkuat kualitas SDM industri jasa keuangan menghadapi dinamika dan tantangan ke depan yang dinilai semakin kompleks terutama aspek manajemen risiko. 

Menurutnya, kerja sama OJK dengan Undip juga dilakukan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berperan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Program pendidikan setingkat master atau magister manajemen dengan konsentrasi Manajemen Risiko di Undip ini akan dimulai pada tahun ajaran 2021 Dalam program pengembangan SDM.

 "OJK memberikan beasiswa kepada pegawai yang mengikuti Program Magister Manajemen, Konsentrasi Manajemen Risiko di FEB Undip," imbuhnya.

Menyepakati kerja sama tersebut, Yos mengucapkan terima kasihnya kepada OJK yang telah mempercayakan Undip dalam kerja sama ini.

Disebutkan, Konsentrasi Manajemen Risiko ini merupakan yang pertama dibuka di Indonesia. Menurutnya, hal itu menambah keharuman nama Undip terutama pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang telah terakreditasi dan menjadi anggota ABEST21.

"Kami siap menyambut pelaksanaan bersama-sama dengan OJK. Kita tidak perlu khawatir, karena (FEB) terakreditasi internasional ABES21. Jadi masalah standar saya kira tidak perlu khawatir, semua prodinya terakreditasi A. Makanya jug kami berani menerima tawaran dari OJK, karena kami juga tidak main-main, kami lakukan dengan prodi yang memang hebat.

Saya berharap ke depan konsentrasi Manajemen Risiko ini akan berkembang dan lebih luas lagi, dan mungkin nanti tidak hanya dari teman-teman OJK, tetapi juga perbankan pasti juga nanti banyak yang ikut. Insya Allah ekonomi tambah tajir," tegas Yos.

Adapun terkait konsentrasi ini, seluruh mata kuliah wajib yang ditawarkan telah disesuaikan dengan berfokus pada bidang manajemen risiko, khususnya di industri jasa keuangan.

Para pengajar terdiri dari akademisi, praktisi profesional, dan telah tersertifikasi baik dari Undip, OJK Institut, serta para pakar di industri jasa keuangan. 

Secara periodik, dosen tamu yang berlatarbelakang praktisi akan diundang untuk melengkapi pemahaman mahasiswa terkait seluk-beluk risiko industri jasa keuangan.

Baca juga: 18 Kata-Kata Bijak Inspiratif Tentang Motivasi Semangat Bekerja

Baca juga: Kisah Philipus, Pemuda Sleman, Iseng-iseng Tukar Telkomsel Poin Dapat Mobil HRV

Baca juga: Alasan Coki Pardede Pakai Sabu Secara Tak Lazim Disuntikkan ke Anus

Suharnomo, Dekan FEB Undip memaparkan, untuk memperoleh gelar Magister Manajemen dengan Konsentrasi Manajemen Risiko, mahasiswa diharuskan menempuh total 42 SKS.

Selain itu sebagai syarat kelulusan, mahasiswa menyusun tesis dengan tema besar Manajemen Risiko, yang dapat ditempuh dengan mengadopsi metode riset kuantitatif, kualitatif atau metode campuran. Ke depan, Program Konsentrasi Manajemen Risiko ini akan dikembangkan dan dapat diikuti oleh mahasiswa baru atau pegawai dari industri jasa keuangan.

"Program manajemen risiko bertujuan untuk peningkatan kapasitas di bidang keuangan, di mana proses pembelajaran bersifat aplikatif dan menyesuaikan kebutuhan yang ada. Angkatan pertama kami diikuti oleh 35 mahasiswa. Adapun pengajar semua sudah profesional dan tersertifikasi," jelas Suharnomo di sela-sela acara yang juga dalam rangka peresmian program Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Risiko tersebut. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved