Breaking News:

Berita Semarang

GMPK Jawa Tengah Sebut Penangkapan Bupati Banjarnegara Jadi Peringatan Kepala Daerah Lainnya

Penetapan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun

Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Istimewa/Dok. Pribadi
Ketua DPD GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penetapan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018, mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, Budhi Sarwono kerap menjadi sorotan karena aksinya mengunggah slip gaji ke media sosial (medsos) hingga memperbaiki jalan menggunakan dana pribadi.

Kendati demikian, DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah mengapresiasi penanganan korupsi yang dilakukan lembaga antirasuah itu.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tersangka Dugaan Korupsi, Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

Baca juga: Video KPK Tetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tersangka Korupsi Proyek Dinas PUPR

Baca juga: KPK Telah Tetapkan Tersangka Setelah Geledah Rumah Dinas Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono

Baca juga: Bupati Banjarnegara Minta Maaf & Siap Dikutuk Apapun, Tak Sengaja Sebut Luhut dengan Pak Penjahit

Menurut Ketua DPD GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto, penetapan tersangka Budhi Sarwono menjadi peringatan bagi kepala daerah lainnya, khususnya di Jawa Tengah agar tidak menyalahgunakan kewenangan.

"Penetapan Bupati Banjarnegara sebagai tersangka oleh KPK ini menjadi peringatan dan pembelajaran bagi kepala daerah lainnya agar tidak salah melangkah," kata Edy, Sabtu (4/9/2021).

Selama ini, katanya, KPK menyeret kepala daerah dalam suatu kasus karena terkena operasi tangkap tangan (OTT). Namun untuk Budhi Sarwono, ia ditetapkan tersangka dari pengembangan kasus yang menyeretnya.

"Artinya, kepala daerah sekalipun tidak harus terkena OTT untuk terseret dalam suatu kasus. Ini semakin jelas bahwa KPK memberikan sinyal peringatan agar tak main-main," ujarnya.

Penetapan tersangka Bupati Banjarnegara ini tak berselang lama dari OTT KPK terhadap Bupati Probolinggo bersama sang suami. Hal itu menandakan jabatan kepala daerah memang rawan penyimpangan.

Selain itu, lanjutnya, dari beberapa OTT yang dilakukan, telah memperjelas bahwa upaya pelemahan KPK dengan dilakukannya revisi UU KPK, tidak terbukti.

"Faktanya semakin ke sini, KPK justru semakin tajam dalam memberantas korupsi," tegasnya.

Hanya saja, kata Edy, penetapan tersangka Budhi Sarwono sebagai tersangka memang berdasarkan fakta dan bukti. Pasalnya, Budhi Sarwono secara tegas membantah, bahkan minta ditunjukkan bukti dan pemberi suap yang dituduhkan padanya.

"Ini yang perlu dibuka agar publik tidak menerka-nerka atau menduga-duga. Hanya saja jika itu sifatnya substansi perkara, publik harus menunggu kebenarannya di persidangan," tandasnya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018.

Dua orang tersangka yang dimaksud adalah Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono (BS) dan Kedy Afandi (KA), selaku pihak swasta. Dalam perkara tersebut, Budhi Sarwono diduga menerima uang sebesar Rp 2,1 miliar.

Mengaku Dituduh Korupsi

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono resmi ditetapkan tersangka oleh KPK atas tuduhan korupsi.

Budhi yang telah mengenakan rompi orange khas tahanan KPK sempat membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. 

Budhi mengaku penerimaan fee Rp 2,1 miliar sehingga ia diseret ke ranah hukum oleh KPK haya tutuhan belaka.

Bupati Kabupaten Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan eks Ketua Tim Sukses dari BS pada Pilkada sekaligus Makelar Kedy Afandi, ditetapkan sebagi tersangka.
Bupati Kabupaten Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan eks Ketua Tim Sukses dari BS pada Pilkada sekaligus Makelar Kedy Afandi, ditetapkan sebagi tersangka. (tribunnews.com)

Ia menantang agar ditunjukkan siapa yang memberinya uang sesuai tuduhan tersebut. 

"Tunjukkan, yang memberi siapa kepada siapa, pemberinya siapa? Saya tidak pernah menerima pemberian itu, " katanya dalam video yang beredar di medsos.

Budhi mengaku telah 4 tahun berusaha memajukan pembangunan di Kabupaten Banjarnegara.

Ia menggenjot pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang selama ini dirindukan rakyat. 

Jalan yang tadinya rusak parah hingga sulit dilalui, oleh pemerintahan Wingchin, sapaan akrabnya, dibangun hingga bisa dinikmati masyarakat. 

Akun IG resmi Budhi Sarwono menyebut, "masyarakat cerdas tidak perlu banyak kata untuk membela diri, Gusti Allah mboten sare"

"Paku yang dipukul dengan palu adalah paku yang  lurus berdiri, bukan yang bengkok kesana kemari".

(Zaenal Arifin/Khoirul Muzakki)

Baca juga: Bupati Banjarnegara Santai Kantor dan Rumah Dinas Digeledah KPK, Budhi Sarwono Bagi Bansos Warga

Baca juga: Setelah Bupati Banjarnegara Izinkan Kegiatan Pengumpulan Massa, Ganjar Sebut Covid-19 Meningkat

Baca juga: Bupati Banjarnegara Sebut Kasus Covid-19 Naik karena Ada Mafia Pasien, RS Kejar Biaya Perawatan

Baca juga: Bupati Banjarnegara Tegak Lurus Soal PPKM Darurat: Awas Kerumunan Karaoke, Saya Babat Habis! 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved