Breaking News:

Berita Jateng

Gus Yasin Terus Dorong Ekonomi Pesantren, Imbau Santri Pengusaha Ikut Promosi di 'Lapak Ganjar'

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, mengimbau santri pengusaha dapat mengikuti ruang promosi di 'Lapak Ganjar'.

Editor: m nur huda
Istimewa
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengimbau santri pengusaha dapat mengikuti ruang promosi 'Lapak Ganjar'. 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, mengimbau santri pengusaha dapat mengikuti ruang promosi di 'Lapak Ganjar'.

Menurutnya, melalui ruang promosi di akun sosial media orang Nomor 1 di Jawa Tengah itu, bisa membantu cakupan promosi secara lebih luas.

Hal tersebut, dia sampaikan usai menghadiri podcast Perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Dasun, di Desa Dasun, Rembang, Jumat (3/9/2021).

Selain mengajak para santri pengusaha, Gus Yasin, juga menerangkan bahwa dalam masa kepemimpinan Ganjar-Yasin, para santri dan masyarakat di lingkungan pesantren terus didorong untuk berwirausaha.

"Kita ada program Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Program tersebut juga menjadi langkah pengentasan kemiskinan, mengingat komunitas pondok pesantren (ponpes) sangatlah besar," kata Gus Yasin sebagaimana keterangan tertulisnya ke Tribunjateng.com.

Gus Yasin menyebutkan, berdasarkan data Kementerian Agama Jateng, jumlah pondok pesantren di Jawa Tengah menempati urutan ketiga nasional dengan jumlah mencapai 4.759 pondok.

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Pemprov Jateng menargetkan 30 persen atau sekitar 1.500 ponpes yang punya produk unggulan.

Target tersebut terus dikejar dengan segala syarat administrasinya.

Semisal memiliki sertifikat halal, produk ber-SNI, memiliki PIRT dan memiliki sertifikasi BPOM.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi sesuai target tersebut.

Kata dia, selain memberikan bantuan kepada masyarakat, pemerintah juga menyiapkan berbagai pelatihan hingga menyediakan kemudahan akses modal dengan bunga rendah.

"Dengan demikian, produk-produk pesantren dapat diterima pasar secara luas. Sehingga nantinya bisa berhasil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi negara," tandasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi para santri pengusaha melalui Toko Santri Gayeng (Tosaga). Wadah Tersebut menawarkan produk yang dihasilkan oleh ponpes dan lingkungan sekitarnya.

Menurut Gus Yasin, keberadaan Tosaga ini menjadi penting karena selama ini produk ponpes belum terakomodir oleh minimarket, lantaran persyaratan yang rumit.

Selain sebagai wadah, Tosaga juga menjadi sarana bagi ponpes untuk mempelajari manajemen bisnis modern.

"Yang semula konvensional, menjadi modern dengan mengikuti era 4.0. Sehingga 'melek teknologi' dapat terwujud. Bahkan Pemprov Jateng menggandeng e-commerce kelas unicorn dalam pelatihan marketing online," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved