Breaking News:

Unsoed Purwokerto

Mahasiswa Unsoed Purwokerto Ubah Sekam Padi Menjadi Pelapis Anti-Air Masker Kain

Beberapa penelitian telah dilakukan dalam menggali potensi sekam padi agar dapat menghasilkan silika.

Editor: abduh imanulhaq
UNSOED
Tim mahasiswa Unsoed Purwokerto menemukan inovasi lapisan anti-air untuk pelapis masker kain yang berasal dari sekam padi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Salah satu bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan memakai masker.

Tim mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang terdiri dari Dewi Nur Riskiana (S1 Fisika), Mardiana Rimba Utami (S1 Kimia), Rani Firsty Fitriani (S1 Matematika), Fahriz Romdony (S1 Fisika), dan M. Syifal Maulana (S1 Kimia) menemukan inovasi lapisan anti-air untuk pelapis masker kain yang berasal dari sekam padi.

Sekam padi ini akan diubah menjadi nanosilika yang berguna sebagai pelapis kain.

Lazim diketahui, jenis masker yang dijual masyarakat sangat beragam.

Mulai dari masker medis hingga masker non-medis atau masker kain.

Masker kain kini menjadi masker yang cukup sering digunakan oleh masyarakat.

Selain bisa digunakan kembali setelah dicuci, masker kain juga dapat mengurangi limbah masker medis yang kini dapat menjadi sumber penyebaran baru virus/bakteri.

Sayang, masker kain ini memiliki keefektifan dalam menahan droplet (tetesan air) yang sangat kecil dibandingkan masker medis.

Hal ini dikarenakan permukaan masker medis sengaja dirancang agar bersifat hidrofobik sehingga dapat menangkal tetesan air.

Dewi Nur Riskiana selaku Ketua Tim mengatakan silika umumnya berasal dari bahan kimia TEOS (Tetraethyl orthosilicate).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved