Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

MN Guru Ngaji Bejat Sragen Cabuli Bocah 12 Tahun di Gudang

Seorang bocah berinisial T (12), mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh Z (55), yang dikenal sebagai guru ngaji.

Editor: galih permadi
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Seorang bocah berinisial T (12), mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh Z (55), yang dikenal sebagai guru ngaji.

Aksi itu dialami korban di sebuah gudang di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Rabu (1/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Paman korban berinisial MN mengatakan, kejadian berawal ketika T pulang mengaji dan disuruh untuk menyapu gudang.

Kemudian, Z masuk kedalam gudang dan mulai nekat melakukan aksi pelecehan seksual kepada bocah kelas 1 SMP tersebut.

Atas kejadian tersebut, menurut MN korban sempat mengalami shock.

"Kondisinya memang sempat shock, karena mendapatkan perlakuan seperti itu," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (5/9/2021).

Saat pulang, T langsung menceritakan kejadian yang dia alami kepada kedua orangtuanya.

"Pulang langsung cerita, sambil mbrebes (berkaca-kaca), dan ketakutan" ujarnya.

Sejak kejadian itu, T masih dirumah dan belum keluar rumah, karena masih takut terhadap terduga pelaku, yang saat ini masih berada dirumahnya.

Kini, T masih terus dihibur oleh orangtua dan saudaranya, agar tak mengingat-ngingat kejadian pahit yang dialaminya.

"Setiap hari didatangi teman, saudara, biar nggak trauma, kini alhamdulillah sudah mulai ceria," jelasnya.

Ibunya langsung melarang T untuk mengikuti kegiatan mengaji yang diselenggarakan oleh guru ngaji tersebut.

"Sebenarnya, udah mau kataman Quran, tinggal sebentar lagi, karena kejadian tersebut ibunya langsung melarang," ujar MN.

Kini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Sragen, dan pada hari Jumat lalu T telah menjalani visum.

"Harapannya pelaku bisa dihukum seberat-beratnya, sesuai dengan apa yang dia perbuat," pungkasnya.

Kronologi

Entah apa yang dipikirkan seorang oknum guru ngaji di Sragen ini, dia dilaporkan ke Polisi karena dugaan pencabulan pada muridnya sendiri. 

Aksinya tersebut terungkap setelah korban yang dikunci dalam gudang berteriak. 

Korban adalah T (12) bocah kelas 1 SMP, warga Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Paman T, MN mengatakan, keponakannya mendapatkan perlakuan tak pantas tersebut pada hari Rabu (1/9/2021) lalu, yang dilakukan oleh oknum guru ngaji.

"Iya benar, lebih ke pelecehan seksual yang dilakukan guru ngajinya," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (5/9/2021). 

Diketahui, oknum guru ngaji tersebut ialah Z, seorang pria 55 tahun. 

MN menceritakan, kejadian berawal ketika kegiatan mengaji telah selesai, namun T belum boleh pulang.

T diminta Z untuk menyapu gudang di tempatnya mengaji, 

"Kemudian, T heran kok Pak Z masuk, dan mengunci pintu dari dalam," ujarnya. 

"Kemudian T ditanya sama Z ini, katanya mau lihat 'barangnya', kemudian keponakan saya bilang, 'dosa mbah, dosa pak'," imbuhnya.

Tak menyerah, Z kemudian menjawab perkataan T, dengan mengatakan 'tidak apa-apa nduk, aku cuman mau lihat'. 

T pun mulai ketakutan dan mulai memberontak. 

Namun, Z tetap nekat melanjutkan perbuatannya tersebut, dengan mempelorotkan celana T sampai ke lutut.

Pelaku lalu memegang kemaluan korban.

Kemudian, T pun berteriak kencang dan akhirnya Z membuka kunci pintu tersebut. 

"Kalau keponakan saya tidak teriak, pintunya tidak dibuka," singkatnya. 

Kasus yang menimpa T langsung dilaporkan ke Polsek Sambungmacan, dan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sragen. (*) 

 Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Cerita Sambil Menangis, Bocah 12 Tahun di Sragen Ternyata Jadi Korban Pelecehan Seksual: Masih Shock, 

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved