Breaking News:

Berita Pekalongan

Persiapan Belajar Tatap Muka di Pekalongan, Haryanto: Yang Seragamnya Kekecilan Tidak Wajib Pakai

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah akan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah akan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

PTM rencananya akan dilakukan pada Senin (6/9/2021).

"Ada dua PTM yang rencananya akan dilaksanakan mulai 6 September 2021. Pertama sekolah simulasi PTM dan kedua PTM terbatas."

"PTM terbatas ini yang sebelumnya pernah menjalani uji coba PTM. Itu ada beberapa sekolah, SMP dan SMA. 6 September 2021 bisa langsung PTM terbatas. Lalu untuk yang simulasi, nanti akan dilakukan secara bertahap. Untuk awal kami ambil tiap kecamatan satu sekolah SMP, satu SD, dan satu TK," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho kepada Tribunjateng.com, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Pengelola Lelang Arisan Online di Salatiga Kabur, Para Reseller Resah Jadi Sasaran Amuk Anggota

Baca juga: Targetkan Kuliah Tatap Muka Oktober, Unwahas Siapkan Pedoman Protokol Kesehatan

Baca juga: Begitu Dibuka, Wisata Guci Tegal di Hari Minggu Langsung Ramai

Haryanto mengungkapkan, selain itu juga di hari yang sama sesuai kalender pendidikan akan dilakukan penilaian tengah semester.

"Perlu diketahui bersama untuk tanggal 6 September 2021, sesuai kalender pendidikan juga kebetulan siswa ini mengikuti penilaian tengah semester (PTS). Sehingga kita harapkan pada saat kegiatan PTM berjalan lancar, siswa yang mengikuti PTS bisa mengikuti secara tenang, nyaman, dan masih tetap dalam kondisi yang baik," ungkapnya.

Saat disinggung mengenai, apakah siswa yang melakukan PTM terbatas diwajibkan menggunakan seragam?

Pihaknya menuturkan bahwa PTM terbatas, siswa tidak diwajibkan menggunakan seragam sekolah.

"Jika seragam sekolah kekecilan, atau sudah tidak pantas dipakai, bisa pakai pakaian bebas, tapi rapi dan bersepatu," tuturnya.

Haryanto menambahkan, pihaknya sudah memenuhi kriteria yang disampaikan Gubernur.

Baik siap daerah, siap sekolah, siswa, ortu/wali, dan siap yang lainnya.

"Beberapa sekolah sudah siap semua dan yang saya tekankan kepada kepala sekolah yaitu sarana prasarana prokes, baik itu tempat cuci tangan, sabun, handsanitizer, termasuk penyemprotan disinfektan ruang-ruang yang akan digunakan. Semua kami minta untuk mempersiapkan itu," tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUSBCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved