Breaking News:

Berita Sragen

Sulis Sragen Ditangkap Polisi Saat Berdiri di Pinggir Jalan, Ternyata Lakukan Hal Ini

arkoba Polres Sragen kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran Psikotropika

Istimewa
ilustrasi obat-obatan terlarang 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sat Res Narkoba Polres Sragen kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran Psikotropika yang terjadi pada Jumat (3/9/2021) sekira pukul 20.00 WIB lalu.

Pihak kepolisian berhasil membatalkan transaksi penjualan obat-obatan ini di Jalan Kampung Sidomulyo RT 047, RW 014, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen.

Kasat Res Narkoba Polres Sragen, AKP Rini Pangestuti mengatakan kejadian itu bermula ketika pihaknya mendapatkan laporan warga bahwa di tempat tersebut dicurigai sebagai tempat transaksi penjualan obat-obatan terlarang.

"Berbekal informasi dari masarakat tersebut tim kami menuju lokasi yang di maksud.

Sesampai disana, tim kami mencuriga seorang laki-laki yang berdiri di pinggir jalan dan dilakukan penangkapan," terang AKP Rini, Minggu (5/9/2021).

Laki-laki tersebut diketahui bernama Sulis Prasetiyo (20) warga Dukuh Karanganyar RT 01, Desa Patihan Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Tim langsung melakukan penggeledahan badan pelaku, saat dilakukan penggeledahan di temukan barang mencurigakan yang tersimpan di saku depan jaket warna hitam motif garis putih milik tersangka.

Dari jaket tersebut di temukan berupa 20 butir Psikotropika jenis Riklona, 30 butir Psikotropika jenis Atarax Alprazolam, serta satu buah handphone milik pelaku.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Rini mengatakan pelaku berstatus sebagai pengedar.

Hasil interogasi, tersangka mendapatkan obat-obatan tersebut dari temanya.

Pelaku membeli barang-barang tersebut seharga Rp 1.010.000 dan akan dijual kembali.

Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Sat Narkoba Res Sragen untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sulis Prasetiyo terjerat Pasal 62 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 100 juta. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved