Berita Banyumas

Vaksinasi Massal di Banyumas Mulai Menyasar Para Pekerja Transportasi

Komunitas pekerja transportasi dan masyarakat umum di Kabupaten Banyumas mengikuti program vaksinasi massal yang diselenggarakan di Terminal Bulupitu,

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda

Sementara itu salah seorang sopir bus AKAP, Warsito mengatakan dirinya sempat menolak divaksin, karena di awal-awal pertama kali ada vaksin banyak kabar orang meninggal setelah vaksin. 

"Itu dulu, tapi sekarang biasa-biasa saja, saya setelah vaksin ya sehat. 

Sekarang vaksin kan juga menjadi syarat perjalanan, jadi punya sertifikatnya," katanya. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Kodim 0701 Banyumas, sejumlah Pejabat Tinggi Pratama Ditjen Perhubungan Darat, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Forkompimda Kabupaten Banyumas dan stakeholder terkait.

Vaksinasi di Pati Sasar Disabilitas

Terpisah, para penyandang disabilitas di Pati mendapat suntik vaksin Covid-19 di Plaza Pragolo, Margorejo, Sabtu (4/9/2021).

Kegiatan vaksinasi massal ini terselenggara atas kerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Dinas Sosial Pati, dan Tim Penggerak PKK Pati.

Adapun jenis vaksin yang digunakan ialah Sinopharm.

Kepala DKK Pati Subawi mengatakan, di Pati terdapat 3.192 orang penyandang disabilitas. Namun, kegiatan vaksinasi di Plaza Pragolo ini baru menyasar 100 orang di wilayah eks-Kawedanan Pati.

“Untuk yang lain hari berikutnya, termasuk yang di kecamatan-kecamatan lain. Karena alokasi vaksin untuk disabilitas itu tersendiri, pakai jenis vaksin Sinopharm. Ini jenis vaksin yang dikhususkan untuk difabel, ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), dan masyarakat umum yang punya komorbid,” kata dia.

Subawi berharap, vaksinasi di Kabupaten Pati bisa segera terselesaikan sesuai target. Sehingga imunitas masyarakat lekas terbentuk.

“Kalau sudah lebih dari 70 persen warga tervaksinasi, akan muncul kekebalan komunitas atau herd immunity,” tandas dia.

Sementara, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati Suratno mengatakan, kegiatan vaksinasi ini diikuti oleh para penyandang disabilitas tunadaksa, tunanetra, dan tunarungu.

“Untuk anak autis belum bisa karena masih di bawah umur, katanya vaksinnya belum ada. Kami dapat kuota 100, 50 untuk disabilitas dan 50 untuk pendamping. Tapi ternyata ada tambahan juga dari Puskesmas yang dilaksanakan di sini,” ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved