Breaking News:

Berita Pekalongan

Aplikasi Peduli Lindungi Belum Bisa Digunakan di Mal Kota Pekalongan, Ini Alasannya

Aplikasi PeduliLindungi memuat berbagai informasi berkaitan dengan Covid-19, salah satunya berisikan informasi tentang sertifikat vaksin.

Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid 

Wali Kota Pekalongan Aaf : Aplikasi PeduliLindungi Belum Diterapkan untuk Pengunjung Mal

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan sudah mengatur kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung yang akan masuk ke pusat perbelanjaan atau mal maupun supermarket.

Aplikasi PeduliLindungi memuat berbagai informasi berkaitan dengan Covid-19, salah satunya berisikan informasi tentang sertifikat vaksin yang akan menjadi syarat masuk.

Namun dalam penerapanya di lapangan terdapat banyak kendala terutama masalah-masalah yang terjadi pada aplikasi.

Sehingga, sampai saat ini mal maupun supermarket belum mewajibkan pengunjung yang datang untuk menggunakan aplikasi tersebut sebagai syarat masuk.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, bahwa memang penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan sebagai syarat masuk mal.

Namun saat uji coba, terdapat banyak masalah sehingga belum bisa diterapkan dengan optimal.

"Aplikasi PeduliLindungi masih banyak eror dan belum berjalan secara maksimal. Bahkan pengelola mal juga mengalami kesulitan," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Senin (6/9/2021).

Aaf, sapaan Wali Kota Pekalongan menyatakan bahwa memang mal diwajibkan untuk menyiapkan penggunaan aplikasi tersebut.

Tapi karena masih tersendat, ini jadi sulit.

"Saya rasa mal sudah mengatur protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi tersebut. Tapi, di Kota Pekalongan aplikasi tersebut belum bisa berjalan lancar. Mudah-mudahan bisa lancar, karena fokus kita terhadap kesehatan sudah sangat membuahkan hasil," ucapnya.

Aaf menambahkan, Kota Pekalongan saat ini masuk level 2 dan zona kuning.

Pihaknya, ingin mempercepat pemulihan ekonomi namun tetap dengan penerapan prokes yang ketat.

"Kasus Covid-19 sudah menurun, saya minta masyarakat jangan abai terhadap prokes. Meskipun sudah level 2 tapi jangan lengah," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved