Breaking News:

Berita Sragen

Disdikbud Sragen: Pelajar Sudah Siap Divaksin

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi meminta kepada Satgas Covid-19 vaksinasi pelajar.

(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
ILUSTRASI: Vaksinasi pelajar. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi meminta kepada Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen untuk mulai memvaksin pelajar.

Hal ini mengingat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Sragen sudah dimulai dan diikuti 1.365 atau 87 persen sekolah di Sragen.

"Vaksin kepada pelajar sudah disampaikan ke tim Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan untuk anak-anak diutamakan. Kita tunggu saja, ada vaksin kami siap," kata Suwardi ditemui usai tinjau pelaksanaan PTM, Senin (6/9/2021).

Suwardi melanjutkan, pihaknya masih menunggu vaksin yang diperuntukkan kepada anak-anak untuk usia 12 sampai 18 tahun.

Jika sudah ada vaksin, Suwardi berharap pelaksanaan vaksinasi kepada pelajar di Sragen nantinya akan dilakukan di sekolahan-sekolah.

"Skemanya nanti masih harus bekerjasama dengan dinas kesehatan. Tapi kami berharap vaksin dilaksanakan di sekolah karena bisa lebih cepat, datang petugas kita vaksin selesai," katanya

Berbeda dengan jika siswa dikumpulkan di suatu tempat, menurutnya kedatangan siswa tidak bisa diatur dan pengantar siswa akan berdatangan. Jika disekolah akan seperti sekolah PTM biasa.

Sementara itu, rencana vaksinasi kepada pelajar ini tentu disambut baik oleh para kepala sekolah. Program vaksin dinilai menjadi program baik untuk para pelajar.

"Jika program baik dan halal kenapa tidak? Kebetulan semua guru juga sudah vaksin dua kali, tentu kami mendukung pelaksanaan vaksinasi pelajar," kata Kepala SMP Birrul Walidain Sragen, Amir.

Amir melanjutkan, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pelaksanaan PTM hari pertama di sekolahnya juga telah seusai dengan peraturan yang berlaku.

Pihaknya mengatakan prinsip utama ialah Prokes, mulai dari pengecekan suhu tubuh siswa, wajib cuci tangan hingga jaga jarak dengan hanya 50 persen anak per kelasnya.

Termasuk untuk snack dan makan siswanya, pihaknya mewajibkan siswa membawa bekal dari rumah. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved