Breaking News:

Berita Semarang

Komunitas Kanjengan Pati Peringati Haul Syekh Ahmad Mutamakkin, Angkat Tema Ngaji, Ngajeni

Pemuda Desa Kajen Pati yang tergabung dalam komunitas budaya Kanjengan turut mengisi peringatan Haul Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
Dokumentasi Komunitas Kanjengan
Kegiatan Komunitas Kanjengan Pati dalam rangka memperingati haul Syekh Ahmad Mutamakkin 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sekelompok pemuda Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, yang tergabung dalam komunitas budaya Kaneman Kajen Jonggringan (Kanjengan) turut mengisi peringatan Haul Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin dengan berbagai kegiatan.

Adapun Haul Sang Wali diperingati setiap bulan Muharram.

Kanjengan menggelar serangkaian acara, yakni bincang buku, peluncuran buku, kidungan manuskrip dan ngaji bareng Gus Ulil Abshar Abdalla yang akan digelar pada puncak acara, Selasa (7/9/2021).

“Karena pandemi, semua dilaksanakan secara daring melalui kanal youtube Kanjengan TV. Rangkaiannya selama bulan Muharram/Syuro, atau sepanjang Agustus-September,” ujar Ahmad Falih Nur Hidayat, Ketua Panitia, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Sayyid Korban Begal di Jalan Pemuda Semarang Meninggal, Slamet Belum Sadar, Pulang dari Angkringan

Baca juga: Dua Pelaku Pembegalan di Jalan Pemuda Semarang Tertangkap Kurang dari 24 Jam dari Kejadian

Baca juga: Ancaman Hendi Buat Pelaku Begal di Kota Semarang

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Calon Guru, Tanoto Gandeng UIN Walisongo Semarang

Falih mengatakan, 11 buku yang diperbincangkan adalah karya-karya yang berkaitan dengan Mbah Mutamakkin atau pun Desa Kajen.

Sementara, dua buku yang diluncurkan adalah kajian artefak masjid Kajen dan riwayat serta perjuangan Mbah Mutamakkin.

“Satu buku berbahasa Arab, membedah makna simbolik ornamen Masjid Kajen yang kaya ajaran dan filosofi. Dan satunya lagi cetakan ulang dari buku pertama yang membahas cerita tutur dari para sesepuh tentang Mbah Mutamakkin,” jelas Falih.

Di puncak acara, kata Falih, digelar kidungan Teks Pakem Kajen atau Suluk Alif. Setelah itu ada pengajian daring yang diisi oleh Gus Ulil Abshar Abdalla.

Sementara, koordinator Kanjengan Farid Abbad mengatakan, tema Festival Kajen ke-VII kali ini mengangkat tema “Sangkan Paraning Kajen: Ngaji, Ngajeni, Kajen.”

Harapannya, kata Farid, tema tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama khususnya warga Desa Kajen untuk mengerti asal usul dan tujuan hidupnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved