Breaking News:

Berita Nasional

KPI Minta Televisi Tak Lakukan Glorivikasi yang Munculkan Kesan Merayakan Bebasnya Saipul Jamil

Bebasnya artis Saipul Jamil yang dinilai terlalu dirayakan menuai pro dan kontra.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Pedangdut Saipul Jamil akhirnya menghirup udara bebas setelah lima tahun mendekam di dalam penjara atas kasus asusila dan suap panitera dan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

TRIBUNJATENG.COM - Bebasnya artis Saipul Jamil yang dinilai terlalu dirayakan menuai pro dan kontra.

Terkait hal itu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memberikan pernyataan resmi.

KPI meminta seluruh lembaga penyiaran televisi untuk tidak melakukan amplifikasi dan glorifikasi (membesar-besarkan dengan mengulang dan membuat kesan merayakan) tentang pembebasan Saipul Jamil dalam isi siaran.

Baca juga: Soal Boikot Tampil di Televisi, Saipul Jamil: Saya Tuh Orangnya Masa Bodoh

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, menyebut permintaan ini merespons sentimen negatif publik terkait pembebasan dan keterlibatan yang bersangkutan di beberapa program acara TV.

“Kami berharap seluruh lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa yang bersangkutan dan sekaligus tidak membuka kembali trauma yang dialami korban,” ungkap Mulyo, Senin (6/9/2021) dikutip dari laman KPI.

KPI juga meminta lembaga penyiaran untuk lebih berhati-hati dalam menayangkan muatan-muatan perbuatan melawan hukum atau yang bertentangan dengan adab dan norma.

Seperti penyimpangan seksual, prostitusi, narkoba, dan tindakan melanggar hukum lainnya yang dilakukan artis atau publik figur.

“Kami berharap lembaga penyiaran lebih mengedepankan atau mengorientasikan unsur edukasi dari informasi yang disampaikan agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani yang bersangkutan tidak dipersepsikan masyarakat sebagai risiko biasa,” kata Mulyo. 

Soal Hak Saipul Jamil

Mulyo dalam keterangannya juga mengatakan hak individu memang tidak boleh dibatasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved