Breaking News:

Berita Karanganyar

BPBD Karanganyar Akan Pasang 7 EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar akan memasang 7 Early Warning System (EWS) pada tahun ini.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
Foto dokumentasi BPBD Karanganyar
Tim gabungan terdiri dari anggota BPBD dan PSB UNS mengecek lokasi yang nantinya bakal dipasang EWS di daerah Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar pada akhir Agustus 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar akan memasang 7 Early Warning System (EWS) pada tahun ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, EWS tersebut merupakan bantuan dari PSB UNS Solo dan Kemenristek Dikti. Tim gabungan terdiri dari anggota BPBD Karanganyar dan UNS Solo telah melakukan peninjauan lokasi yang nantinya bakal dipasang alat deteksi tanah longsor tersebut. 

Kasi Kebencanaan BPBD Karanganyar, Hartoko menyampaikan, hasil dari pengecekan lokasi sudah ada empat titik yang dipastikan akan dipasang EWS. 1 EWS akan dipasang di Desa Tengklik Kecamatan Ngargoyoso, dua EWS dipasang di Desa Wonorejo dan 1 EWS dipasang di Desa Wonokeling Kecamatan Jatiyoso. 

"Pemasangan kemungkinan pertengahan atau akhir bulan ini. Insyaallah kita dapat bantuan 7 EWS. 1 dari UNS dan 6 dari Kemenristek Dikti tapi disalurkan lewat UNS juga," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (7/9/2021). 

Hingga saat ini tim gabungan masih akan melakukan survei lokasi pemasangan EWS di beberapa daerah rawan longsor. Mengingat dari 7 EWS baru ada 4 titik yang dipastikan bakal dipasang EWS. Sebelumnya, tim sudah mengecek tiga lokasi akan tetapi wilayah tersebut dinilai belum layak dipasang ESW. 

"Dianggap belum urgent dipasang EWS, dalam arti memang ada pergerakan tanah tapi dampaknya tidak ke penduduk (pemukiman)," ungkapnya.

Lanjutnya, apabila bantuan EWS telah dipasang semua dan telah diserahterimakan ke Pemkab Karanganyar, nantinya pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab Pemda. 

"Tapi juga nanti bekerja sama dengan PSB UNS," terangnya. (Ais)

Baca juga: Pasangan Kekasih di Semarang Jadi Muncikari, si Perempuan Masih 16 Tahun

Baca juga: Kasus Penularan Covid-19 di Jepara Kembali Meningkat, Korban Para Ibu Hamil

Baca juga: Video Polda Jateng Tambah Stok Vaksin Untuk Pesantren Dan Tempat Ibadah

Baca juga: Beton Pembatas Jalur Penghubung Mejasem ke Kota Tegal Dibuka Total

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved