Berita Karanganyar
Kisah Arzeti Karanganyar Menabung Uang Recehan di Celengan Macan Dapat Rp 15 Juta Hingga Viral
Uang koin serta uang kertas ditabung oleh anggota keluarga itu di celengan berbentuk macan selama 2,5 tahun.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Peribahasa itulah kiranya yang dapat menggambarkan buah kesabaran dari pasangan suami istri, Winyanto (44) - Ani Warni (38) beserta kedua anaknya yang kini tinggal di Dusun Sugat RT 4 RW 2 Desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar.
Uang koin serta uang kertas ditabung oleh anggota keluarga itu di celengan berbentuk macan selama 2,5 tahun.
Alhasil ketika celengan itu penuh dan dipecah oleh seorang anggota keluarga, terkumpul uang senilai Rp 15 juta.
Uang tersebut terdiri dari uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 senilai Rp 12 juta dan uang kertas senilai Rp 3 juta.
Uang kertas itu sebelumnya dibungkus plastik sebelum dimasukan ke dalam celengan supaya tetap awet.
Momen saat celengan itu dipecah sempat diabadikan menggunakan smartphone oleh Arzeti Deata Nata (20), anak pertama dari pasangan suami istri, Win dan Ani.
Video itu pun viral setelah diunggah di akun media sosial milik Arzeti sapaan akrabnya.
Arzeti menyampaikan, celengan macan yang dibeli dari acara Sekaten di Kota Solo itu dipecah karena sudah penuh.
Enam orang yang menghitung uang hasil menabung selama 2,5 tahun itu.
Butuh waktu sekitar 5 jam untuk menghitung uang koin tersebut. Meski kantuk, mereka tetap menghitung uang itu ditemani alunan lagu.
"Uang koin itu kebanyakan dari kembalian konsumen.
Ada dari pedagang di pasar, tukang sayur keliling dan pembeli," katanya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di rumahnya, Selasa (7/9/2021).
Keluarga Arzeti memiliki usaha ayam potong yang telah dirintis sejak 2001 lalu.
Selain menyuplai ayam potong ke pedagang di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar, beberapa warga ada yang datang langsung ke rumah untuk membeli ayam potong segar.
"Ibu pernah bilang, uang Rp 100 ribu kalau tanpa (kurang) uang koin Rp 100 tidak genap.
Tidak jadi Rp 100 ribu," ucapnya.
Apabila mendapati ada uang koin yang tergeletak di meja atau lantai rumah, anggota keluarga itu pun lantas memasukan ke dalam celengan macan. Selain uang koin kembalian dari konsumen.
Perempuan 20 tahun itu menuturkan, uang yang terkumpul dari celengan macan itu kini telah didepositokan sebesar Rp 10 juta di bank.
Petugas bank datang ke rumah untuk mengambil uang koin yang dimasukan ke dalam 10 kantong plastik pada Senin (6/9/2021).
Masing-masing kantong berisi uang koin senilai Rp 1 juta.
Sedangkan sisa uang koin telah ditukar oleh warga setempat dan pemilik toko untuk uang kembalian ketika ada pembeli.
Setelah ini, dirinya akan membeli celengan lagi untuk tempat menabung.
Menabung memang sudah menjadi kebiasaan anggota keluarga Arzeti.
Sebelumnya, keluarga itu pernah memiliki celengan harimau.
Ketika dipecah, terkumpul uang senilai Rp 16 juta.
Alhasil tabungan itu digunakan untuk uang muka membeli sepeda motor pada 2017 lalu.
Dia menceritakan, mengunggah video saat memecah celengan itu dengan harapan dapat memotivasi orang lain. Lanjutnya, kebiasaan menabung memang sudah diajarkan oleh sang ayah sejak kecil.
"Buat teman-teman agar terinspirasi, biar semangat menabung. Kita menghargai nilai mata uang sekecil apapun, itu berharga kalau dikumpulkan sedikit demi sedikit," ungkapnya.
Winyanto menambahkan, mengajarkan anak menabung supaya dapat bermanfaat untuk masa depan maupun saat berwirausaha.
"Waktu muda, saya rajin. Sekecil apapun uang itu dimanfaatkan (menabung)," ungkapnya. (Ais).
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :