Breaking News:

Berita Regional

KM Bali Permai Hilang di Samudera Hindia Sejak 24 Juli, Pencarian 19 ABK Libatkan Australia

KM Bali Permai -169 dengan 19 anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak sejak 24 Juli 2021 di Samudera Hindia

Editor: m nur huda
tribunnews.com
ILUSTRASI kapal tenggelam. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - KM Bali Permai -169 dengan 19 anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak sejak 24 Juli 2021 di Samudera Hindia hingga kini belum ada kabar. 

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam keterangan resminya menjelaskan pihaknya bersama JRCC Australia serta stakeholder terkait telah melaksanakan operasi SAR terhadap kapal tersebut, namun tidak membuahkan hasil. 

Basarnas menjelaskan informasi hilangnya kapal ikan berwarna hijau, putih, dan merah itu dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar pada Jumat (30/7/2021) siang pukul 11.30 WITA. 

Pihak yang melaporkan kepada Kantor SAR Denpasar yakni Made Yudiarta dari PT Putra Jaya Kota selaku pemilik kapal. 

Dalam laporannya, Made menjelaskan bahwa kapal ikan tersebut berangkat dari Pelabuhan Benoa menuju fishing ground pada Sabtu (10/7/2021).

Komunikasi terakhir antara pemilik kapal dengan awak kapal dilakukan menggunakan radio pada 24 Juli 2021.

Tiga hari berselang yakni Selasa (27/7/2021) pukul 17.21 WITA, kapal dengan call sign YE 4178 berukuran panjang 27,5 meter dan lebar 7,65 meter itu hilang kontak.

Kapal kemudian sudah tak terdeteksi pada Vessel Monitoring System (VMS) atau tracking pemilik kapal.

Berdasarkan data VMS tersebut, Last Known Position (LKP) atau lokasi kapal terakhir berada pada koordinat 29° 20.202' S - 100° 55.074' T atau berjarak sekitar 1.471 NM dari Kantor SAR Denpasar dan 791 NM dari Perth Australia

Karena lokasi tersebut masuk teritori Australia, Kantor SAR Denpasar selanjutnya koordinasi dengan Basarnas Command Centre (BCC) Basarnas. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved