Breaking News:

Berita Sragen

Pantau PTM Hari Kedua, Bupati Sragen Ingin Suhu Tubuh Anak-anak Terdata Dengan Baik

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin suhu tubuh anak-anak maupun guru yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terdata dengan baik

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin suhu tubuh anak-anak maupun guru yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terdata dengan baik.

Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada yang terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bisa ditelusuri dan melakukan tracing dengan benar.

"Hasil pemantauan ini adalah pantauan suhu tubuh yang harus terekam dan tercatat dengan baik. Saya ingin anak-anak ini mulai dari masuk hingga pulang kita catat suhunya."

"Agar kita tau nanti misalnya kalau ada terinfeksi Corona Virus dimanapun bisa ditelusuri dan melakukan tracing dengan benar," kata Bupati Yuni, Selasa (7/9/2021).

Evaluasi ini disampaikan Bupati Yuni usai melakukan pemantauan PTM hari kedua di tiga sekolah. Yakni TK Pertiwi Taraman, SD Negeri Taraman 1 dan SMP Negeri 2 Sidoharjo.

Untuk alur PTM, Yuni menilai sudah cukup baik. Baik protokol kesehatan, jaga jarak sudah terlaksana dengan baik. Yuni berharap ketaatan ini terus dijalankan.

Bupati juga meminta kepada sekolah-sekolah yang belum melakukan PTM, agar segera bersiap diri. Yuni menegaskan PTM tidak bisa tergantikan dengan sekolah daring bertahun-tahun.

"Alur dan sebagainya sudah cukup baik. Semoga ini bisa terus dan terus dipertahankan, sekolah yang belum siap bertatap muka bisa bersiap diri."

"Karena sejatinya PTM tidak bisa tergantikan dengan sekolah daring bertahun-tahun, tetap ada bedanya," papar Yuni.

Dalam PTM ini, Yuni mengatakan sesuai dengan Inbup yang telah dikeluarkannya. Siswa yang masuk yakni hanya 50 persen dari kapasitas sekolah.

Siswa akan digilir untuk masuk misal separuh siswa dari kelas 7,6,8 masuk di hari Senin, Rabu dan Jumat. Sementara setengahnya lagi akan masuk pada Selasa, Kamis, Sabtu.

"Sistem PTM masuk hanya 50 persen dari jumlah anak di kelas dan masuknya hanya tiga hari, Senin Rabu Jumat atau Selasa Kamis Sabtu," kata Yuni.

Sementara anak-anak hanya menerima enam mata pelajaran dalam sehari. Satu mata pelajaran hanya 30 menit, sehingga pelajaran maksimal hanya tiga jam dalam sehari.

"Satu mata pelajaran hanya 30 menit, satu hari maksimal enam mata pelajaran berarti hanya tiga jam anak bersekolah," tandasnya.(uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved