Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

Prodi PVTM dan Pendidikan Informatika Unisvet Semarang Persiapkan Lulusan Siap Kerja

Sertifikasi kompetensi merupakan sebuah pertaruhan Kepercayaan di dunia industri.

Editor: abduh imanulhaq
UNIVERSITAS IVET
Master Asesor Kompetensi Bidang TIK Sulistyo MM memaparkan materi dalam kegiatan lokakarya Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka di Hotel Neo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sertifikasi kompetensi merupakan pertaruhan kepercayaan di dunia industri.

Kondisi ini menjadikan Program Studi (Prodi) Pendidikan Vokasional Teknik Mesin (PVTM) dan Prodi Pendidikan Informatika Universitas Ivet Semarang mempersiapkan lulusan siap kerja dengan mengadakan Lokakarya Penyusunan Skema Uji Kompetensi di Hotel Neo.

Kegaiatan yang mengundang narasumber Master Asesor Kompetensi Bidang TIK Sulistyo MM dan Master Asesor BNSP Candra Irawan MKom itu diadakan secara bergantian.

Mulai 24-28 Agustus 2021 untuk Prodi PVTM dan 30 Agustus-3 September 2021 untuk Prodi Pendidikan Informatika.

Keseriusan dalam melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa akan menentukan kepercayaan industri pada para lulusan.

Ketika sebuah lembaga sertifikasi tidak bisa membuktikan lembaga tersebut kredibel dalam melaksanakan uji kompetensi dan penilaian, reputasinya pun menjadi buruk di mata industri.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono dalam sambutan lokakarya Penyusunan Skema Uji Kompetensi.

Rektor Universitas Ivet beserta pejabat struktural Universitas Ivet dan direktur LSP mendaampingi kynotespeach Dr Totok Prasetyo dalam kegiatan lokakarya Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka
Rektor Universitas Ivet beserta pejabat struktural Universitas Ivet dan direktur LSP mendaampingi kynotespeach Dr Totok Prasetyo dalam kegiatan lokakarya Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (IST)

Prof Rustono menyampaikan dosen juga harus bisa menguasai materi Uji Kompetensi.

"Perlu ada kerjasama yang baik antara Lembaga Sertifikasi Profesi yang dimiliki Universitas Ivet dengan para dosen. Jadi para dosen bisa memiliki kompetensi untuk menguasai skema uji kompetensi," ujarnya.

Rektor mengatakan pendidikan tinggi bidang vokasi dan industri harus menyusun kurikulum bersama, melaksanakan pembelajaran berbasis project riil dari industri, meningkatkan pengajar dari industri, magang, dan baru melaksanakan sertifikasi profesi.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini tim dosen dari kedua program studi dapat menghimpun berbagai masukan dan saran dari para narasumber sebagai bahan penyempurnaan dokumen kurikulum di Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin dan Pendidikan Informatika Universitas Ivet," ujarnya.

Dr Totok Prasetyo mantan Direktur Kelembagaan Dikti Kemristek Dikti menyampaikan bahwa industri tidak melihat LSP P1.

"Apabila tujuannya untuk industri dunia kerja (Iduka), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Ivet agar bekerjasama dan bisa menyeberang ke LSP P3. Pasalnya LSP P3 dibentuk oleh asosiasi industri/profesi sedangkan LSP P1 oleh lembaga diklat. Dengan demikian otomatis industri akan melirik sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP Universitas Ivet," jelasnya.

Lokakarya ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselengarakan oleh Prodi PVTM dan Pendidikan Informatika Universitas Ivet atas diterimanya hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka dari Kemdikbud Ristek RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2021. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved