Breaking News:

Berita OJK

Alasan Kenapa OJK Minta Bank Awasi Restrukturisasi Kredit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank tetap waspada, meski outstanding restrukturisasi kredit perbankan mulai melandai, sementara kasus covid-19 b

Editor: Catur waskito Edy
IST
OJK Regional 3 Jateng-DIY di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank tetap waspada, meski outstanding restrukturisasi kredit perbankan mulai melandai, sementara kasus covid-19 belum selesai.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan, dampak pandemi covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan sejak Juli 2021, pandemi meningkat kembali dengan munculnya varian Delta dan adanya PPKM Level 4.

"Tentunya sudah beberapa bulan saya cermati, ini cukup memukul kinerja sektor riil dan debitur yang direstrukturisasi.

Dampak covid-19 terhadap ekonomi nasional kita belum akan selesai dalam waktu dekat," katanya, dalam webinar Infobank, Selasa (7/9).

Menurut dia, bank perlu membuat beberapa antisipasi, termasuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) bagi debitur yang terlihat mulai kesulitan setelah direstrukturisasi.

CKPN harus dibentuk meski outstanding restrukturisasi mengecil.

Pada Juli 2021, OJK mencatat outstanding restrukturisasi mencapai Rp 779 triliun kepada 5,1 juta debitur. Jummlah itu menurun dibandingkan dengan oustanding pada akhir 2020 sebesar Rp 914 triliun kepada 7,55 triliun.

"Walau sudah menurun, jumlah Rp 779 triliun yang direstrukturisasi itu adalah jumlah yang besar. Itu jadi perhatian kami, karena memang dampak dari restrukturisasi yang besar ini perlu kami cermati ke depan," ucapnya.

Heru menyebut, lonjakan kasus covid-19 menjadi satu alasan OJK kembali memperpanjang restrukturisasi hingga Maret 2023. Pertimbangan itu juga memperhitungkan stabilitas kinerja bank dan menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sudah menggeliat sejak kuartal II/2021. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya)

Baca juga: Harga Telur Ayam Anjlok di Kisaran Rp 14.000/kg, Produsen Bagikan Gratis pada Warga

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat Kemarin, Begini Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Baca juga: Respons Nikita Mirzani Pemilik Saham Holywings Kemang yang Disegel Aparat: Lagi Apes 

Baca juga: Kini Bank Lokal dan China Bisa Transaksi Bilateral Yuan dan Rupiah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved