Breaking News:

Berita Banjarnegara

Banjarnegara Sudah PPKM Level 2, Bagaimana Nasib Kegiatan Dieng Culture Festival?

Pandemi Covid 19 yang telah berjalan dua tahun lebih ini membuat agenda penyelanggaraan Dieng Culture Festival (DCF) terganggu.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Petugas menyemprot area wisata Dieng dengan disinfektan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Pandemi Covid 19 yang telah berjalan dua tahun lebih ini membuat agenda penyelanggaraan Dieng Culture Festival (DCF) terganggu. 

Padahal DCF menjadi salah satu even nasional yang ditunggu wisatawan. 

Berbagai even budaya maupun hiburan yang dikemas selama tiga hari itu nyatanya mampu menyedot puluhan ribu wisatawan tiap tahunnya.  Even itu sekaligus menggeliatkan pariwisata Dieng dengan perputaran uang yang besar. 

Baca juga: Tiga Anak Asal Jawa Barat Dipekerjakan di Karaoke Tegal, Polisi Jerat Pelaku Perdagangan Anak

Baca juga: Pedagang Cilok Ini Jadi YouTuber Berpenghasilan 10 Juta per Bulan, Kisahnya Bermula saat Kehujanan

Baca juga: Terdengar Benturan, Truk Pertamina Hajar Agya di Simpang Hanoman Semarang: Sopir Agya Masih Belajar

Tapi pandemi membuat  panitia berpikir ulang untuk menggelar acara itu secara normal. Di musim kemarau tahun 2020 lalu, saat pandemi masih melanda, DCF tetap di selenggarakan namun secara virtual. 

Rangkaian prosesi, termasuk pemotongan rambut gimbal anak Dieng tetap diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Setahun berselang, September 2021 ini, ternyata pandemi pun belum berakhir. Di puncak kemarau seperti ini, biasanya DCF digelar. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto mengatakan, DCF dimungkinkan akan tetap digelar tahun ini. 

Tetapi ia belum bisa memastikan, apakah DCF akan dilaksanakan secara virtual seperti tahun sebelumnya, atau dengan secara langsung dengan kehadiran wisatawan. 

"Akan dilakukan, tapi apakah virtual atau hadir langsung, " katanya,  Rabu (8/9/2021) 

Pelaksanaan DCF secara offline dihadiri wisatawan menjadi opsi lain di luar wacana DCF virtual. Meskipun, pelaksanaannya belum normal seperti biasanya. Ini mengingat PPKM di Kabupaten Banjarnegara berstatus level 2. 

Di level tersebut, objek wisata diizinkan untuk dibuka bagi masyarakat umum dengan mematuhi protokol kesehatan dan syarat tertentu. 

Pelaksanaan DCF secara offline tentunya dengan pembatasan ketat, semisal pembatasan kapasitas pengunjung, dan pembatasan lainnya untuk mendukung percepatan penanganan pandemi Covid 19. 

Baca juga: Bangkitkan Kreativitas Desainer Muda Lewat Motion Fesyar Dukung Perbaikan Ekonomi Daerah 

Baca juga: Latihan Siang Hari Demi PON, Atlet Voli Pantai‎ Asal Kudus Bersiap Hadapi Cuaca 40 Derajat di Papua

Baca juga: Kabupaten Tegal Masuk PPKM Level 2, Destinasi Wisata Mulai Dibuka, Kapasitas 25 Persen

Baca juga: Bawa Barang Menggunakan Motor Ada Panduannya

Agung mengatakan, DCF perlu dilaksanakan, baik secara virtual maupun offline bukan tanpa alasan. DCF ternyata sudah menjadi ikon pariwisata Kabupaten Banjarnegara. 

Bahkan, DCF sudah diakui Kementerian Pariwisata sebagai agenda nasional. 

"Karena itu, untuk eksistensinya tetap harus dilaksanakan, " katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved