Breaking News:

Liputan Khusus

BERITA LENGKAP : Pedagang Sebut Kenaikan Harga Laptop Rp 2 Jutaan

Kebutuhan laptop yang terus meningkat dan harga naik signifikan dimanfaatkan oleh beberapa pedagang ambil untung besar.

Tribun Jateng/Idayatul Rohmah.
laptop 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kebutuhan laptop yang terus meningkat dan harga naik signifikan dimanfaatkan oleh beberapa pedagang ambil untung besar.

Harga laptop yang biasanya di kisaran Rp 4 juta naik menjadi Rp 6 juta. Dan laris banyak pembeli. Menurut Argian pedagang laptop di Graha Computer lantai 4 Plaza Simpanglima Semarang. kenaikan harga segitu masih wajar.

"Selisihnya bisa sampai Rp 2 - 3 juta per unit. Yang untung banget ya pedagang yang masih simpan stok lama. Karena mereka beli harga lama, jual harga sekarang.

Ini karena permintaan tinggi, sedangkan suplai dari pabrikan sangat terbatas. Kadang buat rebutan pedagang laptop lainnya," ujarnya.

Kenaikan harga yang paling fantastis justru untuk laptop bekas. Argian mengumpamakan sebuah laptop baru yang dibeli pada tahun 2018 dengan harga Rp 5 juta, kini bisa dijual dalam kondisi bekas di angka Rp 6 jutaan.

"Seharusnya harga jual laptop bekas turun, tapi ini enggak. Malah lebih mahal dibandingkan saat beli baru. Tapi tergantung kondisi, terutama kondisi fisiknya. Karena kalau ada lecet sedikit atau pecah, harganya sudah turun jauh," paparnya.

Argian menyarankan sebelum membeli laptop, lebih baik memperhatikan prosesor yang digunakan. Karena RAM yang besar belum tentu bisa menunjang kecepatan operasi sebuah laptop ketika digunakan.

"Yang penting prosesor dulu. Minimal kalau Intel ya Core i3. Soal RAM kan masih bisa diupgrade. Tapi kalau prosesor tidak bisa.

Setelah itu hardisk yang digunakan. Kalau sudah pakai SSD itu sudah cukup bagus dibandingkan HDD," tambah Argian.

Permintaan untuk laptop dengan spesifikasi menengah banyak dicari masyarakat. Argian pun kerap menyarankan laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Celeron N4020, RAM 4GB, dan SSD 256, sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sekolah daring.

"Laptop spek menengah seperti itu, juga bisa digunakan untuk karyawan kantoran. Tapi kalau untuk kebutuhan edit video, desain grafis, konten kreator saya menyarankan menggunakan prosesor minimal Intel Core i3, VGA, RAM 8GB, dan SSD 512GB. Atau prosesor AMD Rizen RAM 4GB, SSD 512GB," jelasnya.

Beda lagi pengalaman Yulianto pengguna laptop. Tiap hari dia pakai laptop untuk mengerjakan tugas dari kantornya. Bahkan, durasinya bisa lebih lama, ketika pemerintah memberlakukan WFH 50 persen untuk perkantoran di sektor non kritikal.

"Saya beli laptop Mei 2020. Itu pun juga karena terpaksa. Saya kerja dari rumah, sedangkan anak butuh laptop untuk sekolah daring. Mau tak mau harus beli untuk menunjang aktivitas saya dan anak. Saat PSBB dan PPKM kemarin, sehari bisa dua tiga kali pakai laptop. Karena memang harus bekerja dari rumah," ujarnya.

Dirinya membeli laptop merek Asus dengan harga Rp 5 juta, yang ditenagai dengan prosesor AMD Athlon. Yulianto membeli laptop tersebut di Jakarta, karena kebetulan saudaranya ada yang tinggal di sana.

"Sebenarnya di Semarang ada juga. Tapi kata saudara dengan tipe dan merek yang sama di Jakarta lebih murah. Ya walaupun harganya hanya selisih dikit saja. Tapi mumpung ada saudara di sana yang mau dititipi kenapa tidak sekalian," tegasnya. (tim)

Baca juga: Cegah Varian Mu Masuk RI Bandara dan Pelabuhan Internasional Bakal Diperketat

Baca juga: Guru Olahraga SD di Wonogiri Dilaporkan Polisi karena Diduga Cabuli Siswa

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 2 SD Subtema 1 Halaman 4 5 6 8 9 14 15 Buku Tematik, Denah Lokasi Rumah

Baca juga: Pengakuan Begal Cilik, Hasil Jual Motor untuk Sewa Gadis Open BO, Diringkus Bareng 4 Wanita di Kamar

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved