Berita Kabupaten Tegal
Hasil Evaluasi Bagus, Wisata Guci Kembali Buka, Kapasitas Pengunjung Ditambah Jadi 2.000 Orang
Secara umum pada uji coba tahap pertama berjalan baik, tertib, dan menerapkan prokes. Hanya ada beberapa catatan seperti penataan parkir
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Daya tarik wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal kembali beroperasi setelah hasil evaluasi yang dilakukan pada Selasa (7/9/2021) kemarin menunjukan hasil bagus dan hanya beberapa poin yang perlu disempurnakan.
Terlebih sesuai yang tertera di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) nomor 39 tahun 2021, pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kali ini Kabupaten Tegal masuk level 2.
Sehingga sektor pariwisata sudah diizinkan buka atau beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.
"Secara umum pada uji coba tahap pertama berjalan baik, tertib, dan menerapkan prokes. Hanya ada beberapa catatan seperti penataan parkir, pengaturan lalu lintas, dan lain-lain, tapi semuanya sudah mulai dipersiapkan. Sehingga mulai Rabu (8/9/2021) sampai 13 September wisata Guci kembali buka tetap mematuhi prokes, terbatas, dan bersyarat," jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Tegal Saidno, pada Tribunjateng.com, Rabu (8/9/2021).
Mengingat Kabupaten Tegal sudah masuk level 2 dan evaluasi menunjukan hasil bagus, maka Saidno menyebut daya tampung pengunjung ditambah dari yang sebelumnya 1.000 orang per hari saat ini menjadi 2.000 orang per hari.
Petugas pun disiapkan untuk mengatur lalu lintas mulai di pertigaan dukuh tere dan di pertigaan Guci kencana. Nantinya petugas yang mengarahkan kendaraan utamanya bus ke lokasi yang ditentukan.
Setiap hari Selasa wisata Guci ditutup atau tidak menerima pengunjung karena digunakan untuk membersihkan lingkungan, penyemprotan disinfektan di tiap sudut area wisata.
Tidak hanya pengelola wisata, pedagang, dan pengelola penginapan, warga juga berpartisipasi melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan.
"Prosedur nya masih sama, yaitu wisata dibuka selama enam hari, nantinya satu hari yaitu Selasa wisata tutup untuk penyemprotan disinfektan dan bersih-bersih lingkungan. Semuanya wajib menerapkan prokes, tidak hanya pengunjung, pengelola, dan pelaku wisata, tapi warga setempat juga sama," tuturnya.
Meskipun wisata sudah diperbolehkan beroperasi, namun Saidno menegaskan wisata air yang ada di Guci seperti pancuran 13, pancuran 7, dan pancuran 5 masih tutup atau belum dibuka untuk umum.
Sedangkan untuk wisata air lainnya seperti kolam renang sudah mulai buka, namun kembali lagi kepada pengelola masing-masing apakah sanggup mematuhi prokes atau tidak.
"Untuk destinasi wisata lainnya seperti Purwahamba Indah (Pur'in) juga akan kami buka. Namun perlu kami tata dahulu, ya nanti ada simulasi internal sama seperti Guci sehingga untuk ketaatan prokes nya bisa kami sesuaikan. Ketika semuanya sudah siap, oke, simulasi berjalan lancar, ya kami buka dengan kapasitas pengunjung 25 persen," ungkapnya.
Terpisah, Ketua paguyuban homestay Guci yang juga pemilik Wisma Pelangi dan Seroja, Sopan Sofianto menambahkan, pihaknya mengikuti aturan dan tidak merasa keberatan wisata ditutup sehari karena untuk melakukan bersih-bersih lingkungan demi kebaikan bersama.
Sopan menyebut ia dan rekan-rekan lain sesama pengelola atau pemilik penginapan sadar betul akan pentingnya protokol kesehatan sekarang ini.
Tidak hanya bersih-bersih, tapi juga menyosialisasikan kepada pengunjung atau masing-masing tempat usaha untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Intinya dengan dibukanya kembali wisata Guci kami sangat bersyukur. Harapannya kedepan kondisi akan semakin baik sehingga pemilihan ekonomi bisa cepat terjadi," imbuh Sopan. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-uptd-pengelolaan-objek-wisata-kabupaten-tegal-ahmad-abdul-hasib.jpg)