Breaking News:

Berita Internasional

Kudeta Militer Dipicu Presiden Guinea Ubah UU untuk Menjabat 3 Periode

Ketegangan memuncak ketika presiden Guinea Alpha Conde mengubah konstitusi untuk memungkinkan mencalonkan diri lagi masa jabatan ketiga atau 3 periode

Editor: m nur huda
AFP
Presiden Guinea Alpha Conde 

TRIBUNJATEN.COM, CONAKRY - Militer Guinea mengumumkan telah berhasil menggulingkan kekuasaan Presiden Alpha Conde pada Minggu (5/9/2021).

Kudeta Militer itu dipicu adanya perubahan Undang Undang yang membuat jabatan presiden menjadi 3 periode.

Para prajurit menyampaikan rasa frustrasi karena kemiskinan dan korupsi yang meluas di Guinea.

Setelah Alpha Conde memenangi pemilu pertama tahun 2010, rakyat Guinea berharap ia akan menciptakan kestabilan di Guinea, di mana korupsi telah merajalela selama puluhan tahun.

Ribuan warga merayakan bersama anggota militer Guinea pasca-kudeta militer yang menggulingkan Presiden Alpha Conde di Conakry, Minggu 5 September 2021
Ribuan warga merayakan bersama anggota militer Guinea pasca-kudeta militer yang menggulingkan Presiden Alpha Conde di Conakry, Minggu 5 September 2021 (AFP via VOA INDONESIA)

Pemilu tahun 2010 itu merupakan pemilu demokratis pertama di negara itu sejak merdeka dari Perancis tahun 1958.

Tetapi para kritikus mengatakan alih-alih pasokan kekayaan mineral yang sangat besar di negara itu, kepresidenan Conde justru memperburuk kemiskinan.

Ketegangan memuncak tahun lalu ketika presiden berusia 83 tahun itu mengubah konstitusi untuk memungkinkan dirinya mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan ketiga atau 3 periode.

Conde kembali memenangi pemilu, tetapi demonstrasi yang tak jarang berakhir dengan aksi kekerasan meluas di seluruh Guinea.

David Zoumenou, konsultan peneliti senior di Institute of Security Studies di Dakar dan Pretoria mengatakan, “Perubahan konstitusi itu benar-benar menciptakan ketegangan yang sangat buruk."

"Ada organisasi masyarakat madani, ada kekuatan politik lain yang menentang keputusannya dan menentang pemilu. Tetapi militer berada di belakang presiden dan mampu memadamkan tuntutan rakyat."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved