Breaking News:

Berita Karanganyar

Lima Sekolah SMA di Karanganyar Sudah Mulai Simulasi dan PTM Terbatas, Prokes Jadi Perhatian

Lima sekolah terdiri dari SMAN dan swasta di Kabupaten Karanganyar telah memulai simulasi dan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Lima sekolah terdiri dari SMAN dan swasta di Kabupaten Karanganyar telah memulai simulasi dan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com dari Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VI Jateng, lima sekolah tersebut meliputi, SMAN 1 Karanganyar, SMAN 2 Karanganyar, SMA Muhammadiyah 1 dan 2 Karanganyar serta SMA Muhammadiyah 5 Jaten.

Kepala Cabdin Pendidikan, Wilayah VI Jateng, Sunarno menyampaikan, lima sekolah itu telah memulai simulasi dan PTM terbatas sejak Selasa kemarin.

Sebelumnya, pihak sekolah telah mengajukan izin ke Cabdin Pendidikan Wilayah VI Jateng untuk memulai simulasi maupun PTM terbatas.

Baca juga: Pedagang Cilok Ini Jadi YouTuber Berpenghasilan 10 Juta per Bulan, Kisahnya Bermula saat Kehujanan

Baca juga: Banjarnegara Sudah PPKM Level 2, Bagaimana Nasib Kegiatan Dieng Culture Festival?

Baca juga: Tiga Anak Asal Jawa Barat Dipekerjakan di Karaoke Tegal, Polisi Jerat Pelaku Perdagangan Anak

Baca juga: Terdengar Benturan, Truk Pertamina Hajar Agya di Simpang Hanoman Semarang: Sopir Agya Masih Belajar

Dari lima sekolah tersebut, hanya SMAN 1 Karanganyar yang telah menggelar PTM terbatas.

Sedangkan sisanya melaksanakan simulasi PTM, pasalnya empat sekolah itu belum pernah menggelar uji coba sebelumnya.

"Antara simulasi dan PTM terbatas hanya istilah saja. Secara pelaksanaan sama. Kapasitas siswa yang masuk dibatasi 30 persen," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (8/9/2021).

Kendati lima sekolah itu telah menggelar simulasi dan PTM terbatas, sebagian siswa juga masih mengikuti pembelajaran daring di rumah.

Lanjutnya, bagi sekolah yang telah menggelar simulasi dan PTM terbatas diharapkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti alat suhu tubuh, hand sanitizer, masker dan tempat cuci tangan.

"Selama dua hari ini semua berjalan lancar, tidak ada kendala. Apabila ada kendala sekolah dapat berkonsultasi ke Cabdin," ucapnya.

Dia mengimbau kepada para siswa supaya langsung pulang ke rumah setelah mengikuti simulasi atau PTM terbatas.

Dalam rangka mengantisipasi siswa keluyuran usai pulang sekolah, pihak sekolah telah menjadwalkan PJJ (pembelajaran jarak jauh) bagi siswa setelah selesai mengikuti simulasi PTM.

"Ada presensinya (pembelajaran daring). Pembelajaran di sekolah kan sampai pukul 10.00. dua mapel. Tidak ada waktu istirahat," terangnya.

Baca juga: Kesulitan Usaha, Pokdarwis Tegal Pertanyakan Objek Wisata Masih Banyak yang Tutup

Baca juga: Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi dengan KPK, Bupati Jepara: Pemerintahan Bersih Harus Terwujud

Baca juga: Latihan Siang Hari Demi PON, Atlet Voli Pantai‎ Asal Kudus Bersiap Hadapi Cuaca 40 Derajat di Papua

Sementara itu berdasarkan infromasi yang diterima Sunarno, rata-rata sekolah tingkat SMKN atau swasta bakal memulai simulasi atau PTM terbatas mulai akhir September 2021.

Sedangkan untuk aturan menggelar simulasi atau PTM terbatas masih sama, harus mempersiapkan sarana pendukung protokol kesehatan, siswa dapat izin dari orang tua murid, izin dari Satgas Covid-19 dan Cabdin Pendidikan Wilayah VI. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved