Breaking News:

Berita Purbalingga

Gara-gara Ini SI Ditangkap Polisi Purbalingga

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga berhasil mengamankan seorang tersangka pengedar obat terlarang

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: galih permadi
Humas Polres Purbalingga. 
Wakapolres Purbalingga Kompol Sopanah (tengah) didampingi Kasi Humas Iptu Muslimun (kiri) Kaurbinops Satresnarkoba Iptu Amirudin (kanan) saat konferensi pers ungkap kasus peredaran narkoba, Kamis (9/9/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga berhasil mengamankan seorang tersangka pengedar obat terlarang jenis Hexymer dan Tramadol. 

Wakapolres Purbalingga Kompol Sopanah dalam keterangannya, mengatakan tersangka yang diamankan yaitu SI (22) warga Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. 

Ia berdomisili di Perumahan Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten PurbaIingga.

"Tersangka yang diamankan merupakan pengedar obat terlarang. 

Ia membeli obat terlarang dari seseorang kemudian dijual kembali di wilayah Kabupaten Purbalingga," ujar Wakapolres didampingi Kasi Humas Iptu Muslimun dan Kaurbinops Satresnarkoba Iptu Amirudin.

Dari keterangan tersangka ia membeli obat terlarang dari seseorang di wilayah Jakarta. 

Setelah transaksi pembayaran kemudian obat terlarang dikirimkan ke Purbalingga

Setelah sampai, obat tersebut kemudian dijual kembali oleh tersangka.

"Tersangka berhasil diamankan petugas dari Satresnarkoba Polres Purbalingga yang sedang melakukan observasi dan pemantauan di wilayah Desa Selabaya Kecamatan Kalimanah," kata Wakapolres kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis, Kamis (9/9/2021). 

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti yaitu 50 lempeng obat jenis Tramadol, 3500 butir obat jenis Hexymer, Uang Tunai Rp. 182 ribu, telepon genggam merk Samsung, tas cangklong warna abu, bukti transfer bank dan bekas pembungkus paket obat terlarang.

Menurut tersangka ia nekat menjual obat terlarang akibat membutuhkan uang untuk pulang kampung ke Aceh. 

Sebelumnya, ia bekerja di Purbalingga sebagai tukang pasang banner namun sudah diberhentikan.

Wakapolres menambahkan kepada tersangka dikenakan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved