Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Hingga Caturwulan II 2021, Bea Cukai Tanjung Emas Lampaui 107,85% dari Target Penerimaan Total

Hingga caturwulan II tahun 2021, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil lampaui 107,85% dari target penerimaan APBN Tahun 2021.

Editor: abduh imanulhaq
BEA CUKAI TANJUNG EMAS
Hingga caturwulan II tahun 2021, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil lampaui 107,85% dari target penerimaan APBN Tahun 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Hingga caturwulan II tahun 2021, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil lampaui 107,85% dari target penerimaan APBN Tahun 2021.

Dengan total penerimaan yang berhasil diraih sebesar 1,037 triliun rupiah.

Yang terdiri dari penerimaan dari sektor bea masuk sebesar 986,06 miliar rupiah dan 51,07 miliar rupiah dari sektor bea keluar.

Data ini diperoleh per tanggal 31 Agustus 2021.

Dibanding tahun lalu 31 Agustus 2020, penerimaan mengalami peningkatan sebesar 16,03%.

“Pertumbuhan realisasi penerimaan sebesar 16,03% pada Catur Wulan II 2021 oleh Bea Cukai Tanjung Emas dibandingkan Catur Wulan II 2020 menunjukkan adanya geliat kegiatan dari sektor manufaktur maupun konsumsi, menjadi sinyal bahwa ditengah situasi dan kondisi pandemi yang semakin tidak terkendali, masih ada harapan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Bea Keluar sebesar 51,07 miliar rupiah ini membuat Bea Cukai Tanjung Emas meraih target penerimaan melampui 100% yakni sebesar 215,36% dari target penerimaan negeara sampai Desember 2021 sebesar 23.71 miliar rupiah .

Komoditas penyumbang bea keluar terbesar berupa turunan CPO dan veneer.

Sedangkan komoditas penyumbang bea masuk terbesar berupa bahan baku susu, sparepart sepeda, part of AC dan raw sugar.

Jika ditambah dengan total penerimaan negara dari sektor Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) sebesar 5,317 triliun rupiah, maka total penerimaan yang berhasil dikumpulkan oleh Bea Cukai Tanjung Emas sebesar 6,317 triliun rupiah.

Naik 16,69% dari data Catur Wulan II tahun 2020.

Langkah pengamanan serta optimalisasi penerimaan

Untuk bea masuk dilakukan peningkatan akurasi penetapan nilai pabean dan klasifikasi barang dengan melakukan monev  secara periodik bersama Kanwil DJBC Jateng dan DIY dan KPPBC TMP Tanjung Emas, penelitian mendalam atas penggunaan fasilitas FTA dengan melakukan konfirmasi ke negara asal via Dit KIAL DJBC dan retroactive check, peningkatan akurasi pelaksanaan pemeriksaan fisik barang impor dengan pendampingan unit KI dan P2 baik dari Kanwil maupun KPPBC termasuk random check oleh IBI dan Dit P2, Penelitian Lebih Cermat Atas Barang yang Terkena BMAD dan BMTP dengan mengajukan uji lab Identifikasi Apakah Terdapat Pelarian HS atau Nilai Pabean dan Pengawasan Mendalam, Random Check Atas PIB Jalur Kuning dan Hijau dengan rekomendasi Penul dan/atau Audit ke Kanwil.

Sedangkan peningkatan bea keluar dilakukan strategi meliputi peningkatan akurasi pelaksanaan pemeriksaan fisik barang ekspor, penelitian atas kemungkinan adanya pelanggaran sebagai potensi dikenakannya SPSA serta identifikasi Apakah Terdapat Pelarian HS yang seharusnya terkena Bea Keluar dengan melakukan uji lab.

“Berbagai strategi kami upayakan maksimal untuk mengejar target penerimaan negara, dengan dukungan seluruh pihak kami yakin target dapat tercapai. Dukungan dari seluruh instansi dan stakeholder dapat memberikan kontribusi positif untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Kami yakin, kita bisa kembali melewati tantangan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 ini, semoga situasi dan kondisi cepat terkendali,” imbuh Anton Martin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved