Berita Pendidikan

Kasus Covid Menurun Jangan Lengah, Epidemiolog Undip: Virus Terus Bermutasi untuk Bertahan Hidup

Dia mengingatkan bahwa varian baru covid akan terus bermunculan jika masyarakat tidak taat protokol kesehatan

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Tangkapan layar Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip), Budiyono saat diskusi daring soal pandemi covid 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sejumlah daerah mengalami penurunan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kondisi itu sebagai penanda ada penurunan kasus Covid-19.

Namun demikian, masyarakat diminta tidak lengah untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Selain pandemi belum usai, saat ini Indonesia juga dihantui dengan varian baru corona: Mu.

"Varian baru covid dikhawatirkan akan muncul dan muncul lagi. Di satu sisi, kendornya masyarakat dan pengawasan pemerintah bisa jadi justru menyebabkan naiknya angka covid kembali di Tanah Air. Perlu waspada, jangan lengah," kata Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip), Budiyono, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, saat ini karena kasusnya melandai, banyak masyarakat yang mengabaikan tidak pakai masker.

Dia mengingatkan bahwa varian baru covid akan terus bermunculan jika masyarakat tidak taat protokol kesehatan. Hal itu merupakan sifat alamiah dari virus yang terus berevolusi.

"Kuncinya jangan lengah, minimal harus taat prokes, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. Nantinya pandemi ini bisa jadi endemi yang dilakukan tidak jauh beda, path to normality (menuju kenormalan)," jelasnya.

Untuk mempertahankan hidup, virus akan terus bermutasi dengan berubah menjadi varian baru.

Di satu sisi, masyarakat sendiri belum semuanya memperoleh vaksinasi Covid-19, di sisi lain virus terus bermutasi.

Karena itu, Epidemiolog Undip, dr Ari Udijono mengatakan ada dua pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat untuk menangkap varian baru di tengah penurunan kasus covid.

Pertama pencegahan primer yakni melakukan upaya agar tidak terjadi perjumpaan virus dengan manusia.

Caranya dengan penerapan prokes ketat. Hal itu menjadi konsep yang mendasar dan ampuh.

"Kemudian pencegahan sekunder, yakni dengan deteksi, testing, tracing serta isolasi terpusat. serta vaksinasi untuk mengejar herd immunity," ucapnya.

Ia sepakat dengan pemerintah yang menerapkan PPKM.

Dimana PPKM ini bukan hanya berperan pembatasan aktivitas masyarakat, tetapi juga sarana mengedukasi masyarakat agar patuh dan mengurangi potensi kerumunan.

Ari mengungkapkan, konsep dalam menghadapi wabah Covid-19 adalah bagaimana memutus mata rantai penyebarannya.

Memproteksi agar percikan atau droplet tidak sampai pernapasan yakni dengan penerapan prokes serta vaksinasi.

Sebab prinsip dari hilangnya atau turunnya kejadian Covid-19, apabila mata rantai penularan bisa ditekan.

"Saat ini melandai, banyak yang sudah berlalu lalang. Sebagian pakai masker, tetapi juga ada yang tidak pakai. Bagaimana caranya agar edukasi kepada masyarakat terus dilakukan. Melakukan tindakan sosial dengan prokes ketat, saat belanja, sekolah, dan sebagainya. Sehingga dengan begitu ekonomi tetap berjalan," ucapnya. (mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved