Kebakaran Lapas Tangerang
Kebakaran Lapas Tangerang: Instalasi Listrik Belum Diperbaiki sejak 1972
Instalasi listrik Lapas Kelas I Tangerang belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada 1972.
TRIBUNJATENG.COM - Instalasi listrik Lapas Kelas I Tangerang belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada 1972.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna Laoly, mengungkap hal itu setelah insiden kebakaran maut yang merenggut 44 nyawa narapidana di rumah tahanan yang sudah berumur hampir setengah abad.
"Sejak itu (1972), kita tidak memperbaiki instalasi listriknya."
Baca juga: Daftar Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Panjang Menjadi 44 Orang
"Ada penambahan daya, tetapi instalasi listriknya masih tetap," Yasonna saat konferensi pers soal kejadian kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021).
Sementara itu korsleting listrik diduga menjadi penyebab kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari itu.
Respons DPD RI
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komite I DPD RI, Abdul Rachman Thaha (ART) menghargai pengakuan Yasonna.
Namun hal itu menjadi potret jauhnya keseriusan dalam merealisasikan pemasyarakatan bagi para narapidana.
"Keterusterangan Menkumham dihargai, namun apa boleh buat, kenyataan yang ia kemukakan tersebut merupakan satu potret tentang masih jauhnya kesungguhan kita dalam merealisasikan tujuan penghukuman yang kita tetapkan sendiri, yaitu pemasyarakatan," ungkap Thaha kepada Tribunnews.com, Kamis (9/9/2021).
Dengan tujuan pemasyarakatan, lanjut Thaha, lapas berfungsi memberdayakan segala aspek guna mendukung para narapidana agar suatu saat dapat berintegrasi atau kembali ke tengah-tengah masyarakat sebagai warga negara yang baik.
"Dari kunjungan saya ke sekian banyak lapas untuk meneruskan titipan masyarakat bagi para warga binaan, banyak dari mereka yang menyampaikan kesungguhan hati untuk hidup lebih baik," ungkapnya.
"Dan mereka pun berterus terang, program-program pembinaan perlu dibikin lebih substantif dan variatif, bukan semata-mata rutinitas alias menggugurkan kewajiban," tambah Thaha.
Namun dengan insiden kebakaran dahsyat di lapas Tangerang, Thaha menilai masyarakat justru membuat bertanya-tanya.
"Bagaimana tujuan pemasyarakatan akan bisa direalisasikan maksimal jika masalah listrik pun terabaikan selama sekitar setengah abad."
"Pengabaian itu, terlepas karena khilaf maupun kesengajaan, faktanya telah menarik masalah pemasyarakatan di negeri ini ke persoalan paling mendasar."
"Yaitu, hidup matinya warga binaan, hidup matinya manusia!" tegasnya.
Menurut Thaha, warga binaan memang orang-orang yang pernah berbuat kesalahan.
"Tapi sekali lagi, tujuan pemasyarakatan mengharuskan kita untuk memandang dan menyikapi mereka sebagai sekumpulan insan yang memiliki potensi untuk berubah menjadi insan mulia dan bermanfaat."
"Alhasil, pemerintah dalam hal ini, utamanya Kemenkumham, memang sudah seharusnya meniadakan segala bentuk risiko yang secara mendasar bisa membahayakan nyawa warga binaan itu," ungkap Thaha.
Dugaan Penyebab
Sementara itu hubungan pendek arus listrik atau korsleting listrik menjadi dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari.
Hal itu diungkapkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran.
"Tadi saya sudah lihat di TKP, patut diduga karena hubungan pendek arus listrik," ungkap Fadil dalam konferensi pers di TKP, Rabu pagi, dikutip dari tayangan Kompas TV.
Meski demikian, Fadil menyebut pihak kepolisian masih bekerja keras untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Fadil menyebut api mulai berkobar pada pukul 01.45 WIB, dan berhasil dipadamkan sekira pukul 03.00 WIB.
"Kebakaran hampir dua jam lebih," ungkap Fadil.
Fadil menyatakan situasi Lapas Kelas I Tangerang saat ini terkendali.
Saat ini olah TKP sudah dilakukan pihak kepolisian.
"Langkah selanjutnya melakukan penyidikan sebab terjadinya kebakaran," ungkapnya.
Terjadi di Lapas Napi Narkoba
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, menyebut lokasi kebakaran disebut terjadi di blok C.
Warga binaan yang menghuni blok C diketahui merupakan narapidana kasus narkoba.
"Kami melakukan evakuasi di blok C2, yang lebih penting kami menjaga agar tetap kondusif," ungkap Rika dikutip dari telewicara bersama Kompas TV, Rabu pagi.
Data sementara hingga saat ini sebanyak 8 orang luka berat, 31 luka ringan, dan 41 orang tewas.
Korban luka ringan dirawat di Klinik Lapas Kelas I Tangerang.
Sementara itu penyebab kebakaran masih diselidiki.
Kondisi api saat ini dilaporkan sudah berhasil dipadamkan.
Video Amatir Viral
Sementara itu kebakaran hebat di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, sempat diabadikan melalui video amatir.
Video tersebut dibagikan akun Instagram @infotangerangkota.
Dalam video tersebut terlihat kobaran api yang berusaha dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejak 1972 Instalasi Listrik Lapas Kelas I Tangerang Belum Pernah Ada Perbaikan
Baca juga: Kebakaran Lapas Tangerang: 13 Penjaga Kesulitan Evakuasi, Sebagian Pintu Sel Masih Terkunci
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lembaga-pemasyarakatan-lapas-kelas-i-tangerang-banten.jpg)